Buntut Dugaan Pesta Sabu, 120 Warga Binaan Rutan Depok Dipindahkan ke Nusakambangan

Rutan Depok. (Samudrafakta)

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat mengonfirmasi pemindahan 120 warga binaan Rumah Tahanan Negara Kelas I Depok ke Nusakambangan, Jawa Tengah, menyusul dugaan pesta sabu di dalam rutan.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pelayanan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat Ishadi Maja Prayitno mengatakan pemindahan itu berkaitan dengan kasus tersebut. “120 dari Rutan Depok,” katanya dalam keterangan yang diterima di Bandung, Minggu, 11 Oktober 2026.

Mayoritas warga binaan yang dipindahkan merupakan narapidana perkara narkotika. Menurut Ishadi, pemindahan telah mendapat persetujuan Ditjenpas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Keterangan tersebut tidak merinci keterlibatan masing-masing dari 120 warga binaan dalam dugaan pesta sabu.

Bacaan Lainnya

Satu Petugas Dipecat

Penanganan kasus juga menyasar pegawai rutan. Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Rudi Setiawan mengatakan seorang petugas berinisial SD telah diberhentikan sebagai aparatur sipil negara.

“Yang Depok itu kita pecat ya. Satu orang kita berhentikan. Inisialnya SD,” kata Rudi seusai rapat koordinasi di Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026, seperti diberitakan Liputan6.com.

Menurut Rudi, petugas tersebut diduga memasukkan narkotika ke dalam rutan sebanyak tiga kali. Pegawai lain mendapat hukuman disiplin, tetapi ia tidak merinci jumlah maupun bentuk sanksinya.

Keterlibatan Pegawai Diusut

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat Yudi Suseno mengatakan laporan polisi terhadap pegawai yang diduga terkait telah dibuat. Pemeriksaan masih berjalan.

Sebelumnya, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Depok Bogi Nurseto menyatakan dua petugas telah dilaporkan ke Polres Metro Depok. Keduanya berasal dari jajaran pengamanan dan staf Bimbingan Kerja.

Bogi, pada Selasa, 6 Oktober 2026, mengatakan pihak rutan masih menunggu hasil pendalaman kepolisian.

Kasus ini mencuat setelah beredar video sejumlah pria diduga warga binaan berjoget di sebuah ruangan. Salah seorang terlihat memegang botol yang diduga digunakan sebagai alat pengisap sabu.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan