Pesawat Singapore Airlines Mengalami Turbulensi di Atas Laut Andaman, Satu Penumpang asal Inggris Meninggal Dunia

Pesawat Boeing 777-300ER dengan kode penerbangan SQ321 mengalami turbulensi di atas laut Andaman, dekat Thailand, Selasa (21/5/2024). FOTO:SS Singapore Airline

Pesawat 777-300ER milik Singapore Airlines dapat menampung hingga 264 penumpang dan kru. Cedera akibat turbulensi, perubahan udara yang dapat mengguncang pesawat, jarang terjadi. Tekanan atmosfer, udara di sekitar pegunungan, cuaca buruk atau badai, serta aliran jet, semuanya dapat menyebabkan turbulensi.

Boeing telah menghadapi serangkaian kegagalan pesawat dan kematian seorang pelapor perusahaan. Sebuah panel jendela pada Boeing 737 robek dari pesawat di tengah penerbangan, dan sebuah roda pesawat lepas saat lepas landas. John Barnett, mantan karyawan lama Boeing yang menjadi pelapor, ditemukan tewas di dalam truknya beberapa hari setelah memberikan kesaksian terhadap perusahaan yang sedang dalam proses investigasi kriminal.

Pesawat 737 MAX, yang sering digunakan untuk penerbangan komersial di seluruh dunia, juga dikandangkan di berbagai negara antara Maret 2019 dan Desember 2020 setelah 346 orang tewas dalam dua kecelakaan serupa, yakni penerbangan Lion Air pada Oktober 2018 dan Ethiopian Airlines pada Maret 2019.♦