“Kita harus melihat apa masalahnya, apa mudharatnya. Kalau lebih banyak masalahnya, tentu kita akan berpikir ulang,” ujarnya.
Terkait kesiapan fasilitas di Tanah Suci, Nasaruddin menyatakan bahwa hal ini masih terus dikaji. Ia berharap jika ada penambahan kuota, kenyamanan jemaah yang telah terdaftar tetap terjaga.
“Yang pasti, petugas haji kami terus mengajukan permintaan agar kuota ditambah, tetapi tetap dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas yang ada,” katanya.
Kementerian Agama juga terus berkoordinasi dengan Kerajaan Arab Saudi terkait penambahan kuota petugas haji. Menurut Nasaruddin, pelayanan akan lebih optimal jika petugas haji berasal dari Indonesia sendiri. Selain kendala bahasa, faktor budaya dan karakter jemaah Indonesia juga lebih mudah dipahami oleh petugas dari tanah air.
“Kami berharap ada tambahan kuota petugas haji Indonesia, karena mereka lebih memahami karakter dan kebutuhan jemaah kita,” pungkasnya.***





