“Nah, ini saya rasa Kementerian juga ingin ikut bermain di ranah umrah. Jadi ya bersaing saja secara sehat. Kalau swasta nggak bisa berkembang, ya harus cari jalan rezeki lain,” ujar mantan wartawan yang puluhan tahun bertugas di Arab Saudi ini.
Bagi Ilyas, kebijakan ini bukan akhir dunia bagi biro perjalanan. Justru saatnya pelaku usaha umrah menemukan cara baru untuk tetap relevan. “Yang penting jangan kehilangan semangat. Inovasi itu kunci bertahan,” pungkasnya.***





