Penceramah Gus Miftah Bilang Program Andalan Prabowo-Gibran Sudah Dicontohkan Para Nabi, Tepatkah?

Program Makan Siang Gratis Ibrahim As?

Nabi Ibrahim As., dalam berbagai literatur sejarah, dikenal punya ‘hobi’ mentraktir teman makan. Nabi Ibrahim tidak pernah makan sendirian. Setiap hendak makan, Nabi Ibrahim berjalan mencari siapa saja untuk diajak makan bersama. Beliau memiliki julukan “bapaknya tamu” di Makah. Karena dari pagi, siang, sore hingga malam, dia selalu makan bersama tamu tanpa membeda-bedakan. Siapa pun tamunya, tetap dijamu oleh Nabi Ibrahim.

Memberi makan gratis juga menjadi salah satu strategi dakwah Nabi Ibrahim kepada kaumnya. Beliau tidak pernah membedakan tamu, setelah pernah ditegur oleh Allah Swt.

Bacaan Lainnya

Alkisah, suatu ketika Nabi Ibrahim kedangan tamu. Nabi Ibrahim sudah mau menyembelih kambing. Namun, ketika melihat pakaian tamu tersebut, Nabi Ibrahim mengira bahwa tamu tersebut orang Majusi (penyembah api), sehingga Nabi Ibrahim memberi syarat.

“Nabi Ibrahim bertanya kepada tamu tersebut: Ingin memakan apa? Semua saya siapkan hari ini. Tapi kalau bisa kamu ikut saya, saya suguhi, asal mau bersyahadat mau menyembah Allah dengan masuk Islam”.

Orang Majusi tersebut berdiam. Rasa laparnya hilang, lalu ia pamit kepada Ibrahim. Ia mengatakan jika yang dikehendaki Nabi Ibrahim seperti itu ia tidak akan meminta apa-apa. Setelah tamu itu pamit dan keluar beberapa langkah, Allah Swt menurunkan wahyu-Nya kepada Nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim ditegur Allah: ‘Wahai Ibrahim ketahuilah tamu yang datang ke rumahmu itu usianya sudah 50 tahun, dan selama 50 tahun yang memberi makan aku, kata Allah;.yang memberi hidup aku, kata Allah. Dan Allah sudah 50 tahun memberi makan dan tidak pernah sekalipun memberi syarat.

Akhirnya Nabi Ibrahim keluar menjemput orang Majusi tersebut. Ia meminta maaf dan tidak memberikan orang Majusi tersebut syarat. Orang tersebut bebas makan, bahkan jika dihabiskan, tidak apa-apa.

“Lalu orang Majusi tersebut bertanya: kenapa berubah? Dan Nabi Ibrahim menjawab: Saya baru saja ditegur oleh Allah, juragan saya, karena Allah yang memberi makan 50 tahun saja tidak pernah memberi syarat”.

Dalam kisah yang lain, Nabi Ibrahim pernah ditanya, “Apakah yang menyebabkan Allah menjadikan Anda sebagai kekasih-Nya?”

Nabi Ibrahim menjawab, “Karena tiga hal; saya memilih urusan Allah daripada urusan lain; tidak pernah merasa gelisah atas segala hal yang telah menjadi tanggungan Allah untukku; dan saya tidak pernah makan baik makan malam maupun siang, melainkan bersama orang lain.”⁣

Pos terkait