Polymarket diblokir setelah pasar taruhan soal masa jabatan Prabowo ramai diperbincangkan di ruang digital Indonesia.
Pemerintah resmi memblokir akses ke platform prediksi berbasis blockchain, Polymarket. Langkah itu dilakukan setelah situs tersebut menjadi sorotan publik akibat munculnya pasar taruhan soal kemungkinan Presiden Prabowo Subianto tidak menyelesaikan masa jabatannya.
Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Komdigi menyatakan Polymarket masuk kategori perjudian daring karena memfasilitasi taruhan uang atas peristiwa yang hasilnya belum pasti.
“Polymarket diklasifikasikan sebagai platform perjudian online karena aktivitasnya memuat taruhan dan spekulasi atas kejadian yang belum pasti,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar, dikutip Sabtu (30/5/2026).
Taruhan Politik Jadi Sorotan
Nama Polymarket ramai setelah muncul pasar prediksi terkait kemungkinan Prabowo keluar dari kursi presiden sebelum masa jabatannya berakhir. Pengguna dapat memasang pilihan “ya” atau “tidak” terhadap berbagai skenario politik yang berpotensi mengakhiri masa kepresidenan lebih cepat.
Mengutip laporan Reuters, pemerintah Indonesia memblokir Polymarket sebagai bagian dari operasi penertiban judi daring yang lebih luas. Pemblokiran dilakukan beberapa hari setelah pasar taruhan politik itu menjadi perhatian publik.
Pemerintah Perluas Pengawasan
Selain memutus akses ke situs utama, pemerintah juga menelusuri akun media sosial yang terafiliasi dengan Polymarket. Langkah itu dilakukan untuk mencegah penyebaran aktivitas serupa di ruang digital Indonesia.
Komdigi menegaskan tidak akan memberi ruang bagi segala bentuk perjudian daring, termasuk model pasar prediksi yang berkembang melalui ekosistem kripto. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas spekulasi digital yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial.***





