Pemerintah Batal Terapkan Sekolah Daring, Siswa Tetap Belajar Luring

Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. - Dok. Media Pratikno
Pemerintah resmi membatalkan rencana sekolah daring. Siswa akan tetap belajar luring demi mencegah penurunan kualitas pendidikan.

​Pemerintah sebelumnya sempat mendiskusikan opsi pembelajaran dalam jaringan (daring) sebagai langkah antisipasi krisis energi akibat konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Namun, rencana tersebut kini resmi batal.

​Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa proses pembelajaran siswa harus tetap berjalan seperti biasa.

Ia mengaku telah berkoordinasi secara langsung dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) serta Menteri Agama (Menag) untuk merealisasikan keputusan ini.

Bacaan Lainnya
​Cegah Learning Loss, Pemerintah Utamakan Belajar Luring

​Pratikno menekankan bahwa sektor pendidikan membutuhkan proses pembelajaran yang optimal. Pemerintah berupaya keras mencegah terjadinya ketertinggalan pembelajaran atau learning loss pada siswa. Oleh karena itu, penyelenggaraan pendidikan tetap mengutamakan metode luar jaringan (luring) atau tatap muka.

​”Pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian menyimpulkan bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini,” ujar Pratikno melalui keterangan resminya pada Minggu (24/3/2026).

​Sebagai informasi, Pratikno sebelumnya pernah menyinggung rencana penerapan pembelajaran hibrida (hybrid), yakni gabungan antara sistem daring dan luring. Pemerintah awalnya menyiapkan skenario ini guna merespons potensi krisis energi global akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.

​Fokus Prabowo Tingkatkan Kualitas Pendidikan

​Selain memastikan kelancaran belajar tatap muka, Menko PMK juga menegaskan visi besar Presiden Prabowo Subianto. Presiden menaruh perhatian penuh pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan.

​Pemerintah saat ini tengah mendorong berbagai program prioritas, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, hingga Sekolah Unggul Garuda.

Pos terkait