Panas yang tak mudah padam
Penjelasan kunci terletak pada panas laut dalam. Dalam kondisi normal, badai besar mengaduk laut dan mengangkat air dingin dari kedalaman, sehingga melemahkan sistem badai. Namun di wilayah hot spot, lapisan air hangat menembus jauh ke bawah.
Akibatnya, pengadukan tidak cukup mendinginkan laut. Energi terus tersuplai, membuat badai bertahan lebih lama dan meningkat lebih cepat.
Perubahan iklim buatan manusia
Riset tersebut menyimpulkan perubahan iklim akibat aktivitas manusia menyumbang sekitar 60–70 persen perluasan titik panas samudera dalam. Meski faktor atmosfer tetap berperan, keberadaan panas laut dalam disebut sebagai syarat krusial lahirnya badai raksasa.
“Kami benar-benar melihat perlunya informasi yang lebih jelas dan kuat bagi masyarakat,” kata Lin.
Peringatan bagi dunia pesisir
Pengakuan resmi terhadap Kategori 6 diharapkan membantu pemerintah dan komunitas pesisir meningkatkan kesiapsiagaan. Dengan intensitas badai yang melampaui batas lama, klasifikasi baru dipandang sebagai alat komunikasi risiko yang lebih jujur—seiring dunia menghadapi cuaca ekstrem yang kian sering dan destruktif.***





