Protes Mahasiswa Brawijaya
Perjuangan mahasiswa untuk menurunkan UKT tidak hanya terjadi di Unri. Aliansi Mahasiswa Resah Universitas Brawijaya (UB) menggelar demonstrasi pada 22 Mei 2024, menuntut penurunan UKT yang dianggap membebani mahasiswa. Aksi tersebut diikuti oleh lebih dari 300 mahasiswa yang memenuhi halaman gedung rektorat UB.
“Kami menuntut kepastian dan jaminan pendidikan tinggi dapat diakses oleh semua kalangan,” kata Satria Naufal, Presiden Eksekutif Mahasiswa UB, menyoroti kebijakan Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2024 yang dianggap memberikan dasar bagi kampus-kampus untuk menaikkan UKT.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tujuh tuntutan, termasuk pencabutan Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2024 dan revisi sistem penurunan dan pengangsuran UKT. Wakil Rektor II UB, Muhammad Ali Safaat, bertemu dengan mahasiswa dan berjanji akan menindaklanjuti tuntutan tersebut dalam waktu 3 x 24 jam.
“Kami akan terus mengawal sesuai perjanjian 3 x 24 jam. Jika tidak, kami akan menggelar aksi lanjutan yang lebih besar,” tegas Satria.





