Obituari Marissa Haque: Perempuan Haus Ilmu, Pembela Palestina, Sang Peduli Produk Halal

Marissa Haque. (Foto:IST)

Sutradara M.T. Risyaf kemudian mengajak Marissa main dalam film “Kembang Semusim” (1980). Talentanya yang besar dalam seni peran kemudian membuahkan hasil. Empat tahun kemudi-an, Marissa berhasil meraih Piala Citra sebagai Aktris Pembantu Terbaik di film “Tinggal Landas Buat Kekasih” (1984)

Lewat aktingnya dalam film “Matahari Matahari” (1985), ia berhasil meraih penghargaan sebagai Aktris Terbaik pada Festival Film Asia Pasifik 1987. Tak lama kemudian, ia bermain film bersama suaminya, Ikang Fawzi, dalam film “Biarkan Bulan Itu” (1986). Berkat aktingnya di film ini,  dia dinobatkan sebagai Aktris Terbaik di ajang Festival Film Indonesia.

Tak puas hanya sebagai pemain, ia mulai menjajal kemampuannya sebagai produser. Dari tangan dinginnya, terlahir film “Sepondok Dua Cinta” (1990) dan “Yang Tercinta” (1991). Semenjak itu, ia mulai tertarik untuk memproduksi sejumlah sinetron. Salah satu yang berha-sil adalah sinetron “Salah Asuhan” (1993) yang meraih Piala Vidia sebagai mini seri terbaik versi Festival Sinetron Indonesia 1994.  Menurut informasi, selepas pensiun dari dunia film, Marissa mengikuti tarekat Naqsyabandiyah-Sadziliyah.

Marissa juga pernah terjun ke politik. Dilansir dari buku Profil dan Program Anggota DPR-RI 2004-2009, Marissa terpilih sebagai wakil rakyat dari fraksi PDI-P asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II. Marissa dilantik sebagai anggota DPR RI periode 2004-2009.  Namun, dia maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten 2006 sebagai wakil gubernur mendampingi Zulkieflimansyah.

Dilansir Antara, Senin (28/8/2006), pasangan Zulhaq ini diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Syarikat Islam (PSI) pada Agustus 2006. Akibat pencalonannya di pilkada, dia pun dikeluarkan dari DPR RI. Marissa sempat mengungkap, bahwa dia diminta mundur oleh Sekretaris Jenderal PDI-P saat itu Pramono Anung.

PDI-P sendiri mengusung pasangan Ratu Atut Chosiyah dan Mohammad Masduki yang kemudian memenangkan Pilkada Banten 2006. Setelah karier politiknya di PDI-P, Marissa memutuskan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada 2007. Pada 2012, Marissa Grace Haque kemudian bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN).

Haus Ilmu dan Rajin Menulis

Setelah tamat dari SMAN 8 Jakarta, Marissa Haque melanjutkan studi bidang Hukum Perdata di Universitas Trisakti, dan lanjut Magister bidang Bahasa Anak Tunarungu di Universitas Katolik Atma Jaya. Ia juga pernah menempuh S-2/ Hukum Bisnis UGM ( Universitas Gadjahmada), dan S-2/ Pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam Konsentrasi Keuangan Syariah/ UI (Universitas Indonesia).Gelar doktornya diraih dari Jurusan Pengelolaan Sumberdaya Alam & Lingkungan Hidup (PSL) IPB University.