JAKARTA – Lagu rap berjudul “Ngoa” mendadak viral di tengah aksi-aksi mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 22 Agustus 2024. Lagu ini diciptakan oleh Amril Nuryan, seorang netizen yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengenerate lirik-liriknya.
Hasilnya luar biasa dan sangat mewakili suasana hati masyarakat yang marah terhadap oligarki dan kekuasaan yang dianggap tak tersentuh. Lagu ini diunggah oleh akun YouTube @catatansuga1998.
“Terimakasih Om.. Semangat. Saya menulis ini badan saya bergetar…. Sehat selalu Mas. Kami semua berubah ada perubahan… Mohon maaf saya tiba-tiba upload tanpa tahu siapa penulis dan aransemennya.. Terimakasih telah memberi kesempatan kami untuk ikut serta dalam perubahan. Jika ada kesalahan dalam penulisan lirik dll, mohon dimaklumi. Terimakasih kawan … Terimakasih kawan,” tulis admin @catatansuga1998.
Amril Nuryan merespons melalui kolom komentar. “Siaap, santai mas, saya bikin lagu ini bukan untuk komersil kok. Semakin banyak yang sebarkan, semakin hepi saya. Gak perlu izin,” tulisnya lewat akun @amrilnuryan4822.
Lirik “Ngoa” berisi kritik pedas terhadap oligarki yang disebut sebagai “Raja Jawa”. Lagu ini menggambarkan bagaimana para penguasa menikmati kekuasaan tanpa malu, dan tak segan-segan menyingkirkan siapa saja yang dianggap lawan. Dengan senyum manis namun pedang yang tajam, kekuasaan mereka disebut tidak pandang bulu dalam melibas siapa saja, baik kawan maupun lawan.
Di balik ironi liriknya, “Ngoa” menyuarakan ketidakadilan yang ditutupi oleh kepura-puraan, serta keadilan yang dijadikan bahan tertawaan. Lagu ini juga menyentil trik-trik busuk para penguasa yang berlindung di balik topeng kepolosan, sementara mereka terus menekan rakyat. Pesan kuat yang disampaikan adalah ajakan untuk tidak diam dan tunduk, serta bersatu melawan kekuasaan yang rakus dan korup.
Lagu “Ngoa” tidak hanya menjadi simbol perlawanan, tetapi juga seruan untuk mengungkap kebusukan di balik topeng kekuasaan. Lagu ini mengajak rakyat untuk bersatu dan menolak diam, mengingatkan bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap dan kekuasaan yang tamak tidak akan bertahan selamanya.
Lirik Lagu Rap Ngoa; Kritik Tajam terhadap Oligarki Raja Jawa
Lihat si bangsat di atas Tahta; kuasanya bikin muntah gak ada hati; sang yang dipuja aturan diacak-acak; konstitusi dipermainkan; anaknya masih bocah dijadikan boneka; dinasti busuk jadi rencana yang dipertahankan
Mereka kira kita bodoh; Cuma bisa diam padahal mata kita tajam; Tahu mereka curang lawan disikat; kawan dijadikan korban, sementara si raja tetap tertawa sembunyi di balik topeng kepolosan; Ngoa, Ngoa, Ngoa; Ini bukan soal rakyat lagi; ini tentang nafsu yang rakus;
Kebenaran dicabik-cabik; Keadilan jadi bahan tertawaan; Kawan jadi musuh, musuh jadi korban; Tapi si bajingan di atas sana, terus berlindung di balik topeng kepolosan; Kawal putusan MK; Jangan biarkan trik busuk mereka menang; Jangan biarkan negeri ini tenggelam dalam lumpur kekuasaan mereka; Mereka bikin kasus jadi senjata; Demi ambisi yang keji kawan dijebak; Satu persatu dibinasakan;
Siapa yang buka mulut langsung kena; Periksa sementara si raja tetap aman; Seolah tangannya bersih tanpa noda; Rakyat sudah muak tapi dibungkam habis-habisan; Demokrasi cuma jadi hiasan; Penghias halaman koran; Hukum dijadikan alat untuk lindungi kepentingan; Dan mereka yang berkuasa terus ketawa; Menikmati kekuasaan yang enggak tahu malu;
Ada cerita dari tanah jawa; Katanya Raja berkuasa tanpa cela; Jangan coba main-main; Katanya aku bisa bisa habisimu; tak peduli siapa lawan pasti kuhabisi; Tak ada yang luput dari amarahku; Senyumnya manis tapi pedangnya tajam; Dia remukan siapa saja tak pandang kawan atau lawan; ngoa ngoa ngoa;
Ini bukan soal rakyat lagi ini tentang nafsu yang rakus; Kebenaran dicapi-capi; Keadilan jadi bahan tertawaan; Kawan jadi musuh; Musuh jadi korban; Diis percingan di atas, sana terus berlindung kali topeng kepolosan; gawausanan;
Jangan biarkan trik busuk mereka menang; Jangan biarkan negeri ini; tang kubur tuka semua tahu mereka main kotor; Tapi siapa yang berani melawan; Kita semua lihat kebusukan ini; Tapi siapa yang berani bertindak;
Mereka pikir kita bodoh; Tapi waktunya udah tiba; Rakyat yang udah muak; Gak akan diam gak akan tunduk; Ngoa, Ngoa, Ngoa; Ini bukan soal rakyat lagi; Ini tentang nafsu yang lakus; Kebenaran dicapi-capi tapi keadilan jadi bahan tertawaan
Kawan jadi musuh, musuh jadi korban; tapi si bajingan yang di atas sana terus berlindung di balik topeng kepolosan; Kawal putusan MK jangan biarkan trik busuk mereka menang; Jangan biarkan negeri ini tengah dalam lumpur kekuasaan.
Mereka, rakyat udah nggak bisa dibungkam; Mereka bakal meredam; Dinasti ini bakal runtuh; Saat kebenaran terungkap; Waktunya kita bersatu bongkar topeng mereka; Karena kekuasaan yang rakus tak bisa bertahan selamanya
Kawal putusan MK; Jangan kasih mereka kesempatan; Jangan biarkan mereka rusak masa depan negeri ini.Ngoa, Ngoa Ngoa…*



