Musisi Masuk Dapur Pertahanan, Noe Letto Jadi Tenaga Ahli DPN

Noe Letto dilantik menjadi staf ahli Kementerian Pertahanan, Kamis (15/1/2026). — Tangkapan Layar YouTube Kemhan RI.
Ruang Publik dan Kritik Budaya Digital

Noe kerap mengkritik pola konsumsi media digital yang dianggap dangkal. Menurutnya, ruang publik kini bergeser ke dunia maya, tetapi tidak selalu produktif bagi pertukaran gagasan.

Ia menyoroti tingginya waktu masyarakat Indonesia di internet yang banyak dihabiskan untuk hiburan ringan, dan menilai literasi digital menjadi isu strategis yang berdampak jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.

Forum Global dan Multipolaritas

Pada Februari 2024, Noe menjadi pembicara di Kongres Kedua Gerakan Russophile Internasional dan Forum Multipolaritas di Moskow. Forum yang dihadiri ratusan delegasi lintas benua itu membahas transisi tatanan dunia global.

Bacaan Lainnya

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyinggung pergeseran ekonomi global ke basis teknologi baru, termasuk AI. Sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrovmenegaskan komitmen Rusia pada hubungan internasional yang independen dan berbasis Piagam PBB.

AI dalam Geopolitik dan Pertahanan

Kecerdasan buatan kini menjadi variabel penting dalam geopolitik global, dari analisis intelijen hingga penggunaan drone dan sistem senjata otonom. AI juga berperan dalam diplomasi, prediksi krisis, serta deteksi dini konflik.

Namun, para pengamat mengingatkan risiko monopoli teknologi, kesenjangan antara negara maju dan berkembang, serta dilema etis penggunaan AI untuk kepentingan militer. Tantangan ini menuntut kerangka regulasi dan literasi publik yang kuat.

Menanti Kontribusi Nyata

Pelantikan Noe merupakan bagian dari pengangkatan 12 tenaga ahli DPN lintas disiplin berdasarkan Keputusan Ketua Harian DPN Nomor KEP/3/KH/X/2025. Selain Noe, turut dilantik sejumlah nama dari latar hukum, strategi, dan kebijakan.

DPN sendiri adalah lembaga nonstruktural yang dipimpin Presiden RI, dibentuk melalui Perpres Nomor 202 Tahun 2024. Lembaga ini bertugas memberi pertimbangan strategis pertahanan, termasuk isu geopolitik, keamanan siber, dan energi.

Kini publik menanti, sejauh mana pendekatan rasional dan lintas disiplin yang dibawa Noe Letto mampu diterjemahkan menjadi kontribusi konkret dalam labirin kebijakan pertahanan negara.***

Pos terkait