Di tengah tekanan ekonomi yang kian mencekik, Iran menghadapi gelombang demonstrasi yang segera berubah menjadi panggung saling tuding antara Teheran dan Washington.
Demonstrasi yang melanda Iran sejak akhir Desember 2025 bermula dari tekanan ekonomi yang semakin berat. Aksi pertama tercatat pada 28 Desember 2025 di kawasan Grand Bazaar Teheran, dipicu anjloknya nilai mata uang rial dan lonjakan harga kebutuhan pokok. Dalam beberapa hari, protes meluas ke kota-kota besar seperti Isfahan, Shiraz, dan Mashhad.
Seiring meluasnya aksi, tuntutan demonstran tidak lagi terbatas pada isu ekonomi. Kritik terhadap kebijakan pemerintah dan kepemimpinan nasional mulai mengemuka, mengubah demonstrasi sosial menjadi tekanan politik terbuka.

Khamenei Tuding Campur Tangan Asing
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menilai eskalasi demonstrasi tidak terlepas dari campur tangan Amerika Serikat dan Israel. Dalam pidato publik pada 17 Januari 2026, Khamenei secara langsung menyalahkan Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, atas kekerasan yang menyertai gelombang protes.
Ia menuding dukungan terbuka Washington telah mendorong hasutan dan memperparah situasi domestik. Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei dalam pidato yang dikutip AP News.
Pernyataan Trump dan Reaksi Teheran
Dukungan dari Washington disampaikan secara terbuka oleh Trump melalui media sosial pada 13 Januari 2026. Dalam unggahannya, Trump menyerukan agar warga Iran terus berunjuk rasa dan mengambil alih institusi negara, seraya menyebut bantuan sedang dalam perjalanan.
Pernyataan itu dikutip oleh Reuters dan segera memicu kecaman keras dari pemerintah Iran. Teheran menilai pesan tersebut sebagai bentuk campur tangan langsung dalam urusan domestik dan ancaman terhadap kedaulatan nasional.
Internet Diputus, Aparat Lakukan Penindakan
Menanggapi eskalasi situasi, pemerintah Iran pada awal Januari 2026 memutus hampir seluruh akses internet nasional. Langkah tersebut diklaim sebagai upaya mencegah koordinasi kerusuhan dan penyebaran propaganda asing.
Pada saat yang sama, aparat keamanan melakukan penindakan terhadap para demonstran. Laporan berbagai pihak menyebutkan ribuan korban tewas dan puluhan ribu orang ditangkap selama operasi keamanan berlangsung.
Bantahan Barat dan Catatan Analis
Sejumlah negara Barat mengecam tindakan represif aparat Iran dan menyerukan penyelidikan independen. Namun, pemerintah Amerika Serikat dan sekutunya membantah tudingan telah mengorganisasi atau mengendalikan demonstrasi di Iran.
Hingga kini, belum ada bukti independen yang mengonfirmasi keterlibatan operasional Amerika Serikat atau Israel dalam memimpin aksi protes tersebut. Sejumlah analis internasional menilai demonstrasi tetap berakar pada krisis ekonomi dan persoalan domestik, meskipun kemudian berkembang menjadi konflik geopolitik akibat saling tuding antara Iran dan negara-negara Barat.***





