Transisi Teknis dan Sertifikasi
Menurut Fajar, pendekatan paralel dipilih demi kehati-hatian. RPH TOW, meski disebut siap secara fungsi, tetap harus melewati pemeriksaan teknis dan administratif. “Kami cek kesesuaian bangunan, perbaikan bila ada kekurangan, termasuk pengurusan sertifikat halal,” katanya.
Kapasitas TOW dipaparkan dengan detail: mampu menampung 150 ekor sapi Brahman Cross, 80 ekor sapi lokal, dengan 28 unit handrail—setara dengan Pegirian. Bedanya, TOW hadir sebagai fasilitas modern, dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang lebih maksimal, kontras dengan Pegirian yang usianya mendekati satu abad.
Angka Kebutuhan Kota
Surabaya, kata Fajar, membutuhkan sekitar 40 ton daging sapi per hari. Separuhnya—sekitar 20 ton—dipenuhi dari pemotongan di RPH Surabaya. Angka itu menjadi dasar mengapa manajemen memilih langkah antisipatif, termasuk rencana pemotongan mandiri selama sepekan ke depan.
“Seminggu ini kami akan melakukan pemotongan mandiri. Dari Kedurus juga memotong sapi. Insyaallah kebutuhan masyarakat Surabaya bisa terpenuhi,” ujarnya.
Prioritas untuk Jagal Pegirian
Soal tenaga kerja, Fajar menegaskan prioritas tetap diberikan kepada jagal Pegirian untuk mengoperasikan TOW. Minat dari jagal luar daerah memang ada, bahkan cukup banyak. Namun manajemen menahan diri. “Saya data dulu, tapi saya perintahkan jagal Pegirian untuk masuk lebih dulu,” katanya.
Pesan tersiratnya jelas: transisi ini dimaksudkan sebagai kesinambungan, bukan penggantian aktor. Mogok kerja, menurut Fajar, justru berisiko merugikan jagal sendiri. “Kalau mereka mogok, pelanggannya akan cari pemasok baru,” ujarnya.
Menjaga Ritme Kota
Di kota sebesar Surabaya, daging bukan sekadar komoditas—ia adalah ritme harian. Dari pasar subuh hingga warung makan malam, pasokan yang tersendat cepat memantul ke percakapan warga. Di tengah ketegangan itu, manajemen RPH memilih nada menenangkan: stok ada, jalur terbuka, transisi berjalan.
Apakah mogok ini akan segera usai, waktu yang menjawab. Namun satu hal ditegaskan sejak awal: Surabaya tidak ingin membiarkan denyut dapurnya terhenti.***





