Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pasang badan menepis kritik media Inggris yang menyebut program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa bakal merusak anggaran negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tegas membantah tudingan media asing yang menyebut program unggulan Presiden Prabowo Subianto membebani anggaran negara. Kondisi fiskal Indonesia diklaim masih sangat aman dan terkendali.
Kritik tersebut sebelumnya dilayangkan oleh media Inggris, The Economist. Mereka menyoroti program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang diperkirakan menelan dana hingga Rp320 triliun atau sekitar USD18 miar.
Bandingkan dengan Defisit Eropa
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tetap di bawah ambang batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto. Pada tahun lalu, angka defisit bahkan berhasil ditekan hingga mencapai 2,8 persen.
“Kan fiskal kita bisa dikendalikan di bawah 3 persen PDB. Tahun lalu bukan 2,9 loh, 2,8 persen dari PDB defisitnya. Jadi enggak ada masalah,” kata Purbayadi Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin, 18 Mei 2026.
Ia juga membandingkan ketahanan ekonomi domestik dengan negara-negara di Eropa yang rasio utangnya sudah mendekati 100 persen terhadap PDB. Sementara itu, rasio utang Indonesia saat ini masih berada di posisi yang jauh lebih aman, yakni di kisaran 40 persen.
Menurut Purbaya, fundamental keuangan Indonesia saat ini jauh lebih kuat sehingga tidak ada alasan untuk khawatir. Ia menilai pengelolaan kas negara yang pruden dan disiplin ini sudah sepatutnya mendapatkan apresiasi positif dari dunia internasional.***





