1. Primer
Arah mata angin primer merupakan mata angin utama yang biasa diketahui, terdiri dari arah utara, timur, barat, dan selatan.
2. Sekunder
Arah mata angin sekunder menempati posisi di antara empat mata angin utama, yaitu barat laut (antara barat dan utara), barat daya (antara barat dan selatan), timur laut (antara timur dan utara), dan tenggara (antara timur dan selatan).
3. Tersier
Arah mata angin tersier terletak di antara mata angin primer dan sekunder, disebut dengan mata angin tambahan untuk menunjukkan arah secara lebih akurat. Berikut ini adalah arah mata angin tersier:
- Utara timur laut: menunjukkan arah antara utara dan timur laut;
- Timur-timur laut: menunjukkan arah antara timur dan timur laut;
- Timur menenggara: menunjukkan arah antara tenggara dan selatan;
- Selatan barat daya: menunjukkan arah antara selatan dan barat daya;
- Barat-barat daya: menunjukkan antara barat daya dan barat;
- Barat-barat laut: menunjukkan arah antara barat dan barat laut; dan
- Utara barat laut: menunjukkan arah antara utara dan barat laut.
Cara Menentukan Arah Mata Angin
Selain menggunakan kompas, arah mata angin juga dapat ditentukan dengan cara sederhana. Misalnya:
1. Mengamati ciri pohon
Kelebatan pohon atau batang pohon—terutama yang masih kecil—cenderung mengarah ke timur untuk mencari sinar matahari pagi yang baik untuk proses fotosintesis. Sementara pada pohon yang besar, arah timur diketahui dari sisi pohon yang ditumbuhi lumut.
2. Matahari
Saat menghadap matahari terbit, sisi kanan adalah selatan dan kiri utara. Sementara, jika menghadap ke arah matahari terbenam, maka kanan adalah utara dan kiri selatan.
3. Rasi Bintang Pari
Rasi bintang pari atau crux dapat dijadikan penunjuk arah selatan saat malam hari. Bentuknya seperti salib atau layang-layang, dan sedikit condong miring.
Nah, sudah paham, kan? Mudah-mudahan tidak lagi tersesat di perjalanan ya.*
____Ilustrasi Canva.





