“Dibandingkan dengan individu yang memiliki nol hingga satu faktor tidur yang bagus, mereka yang memiliki kelima faktor tersebut 30% lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena alasan apa pun: 21% lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena penyakit kardiovaskular; 19% lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena kanker; dan 40% lebih kecil kemungkinan meninggal karena penyebab selain penyakit jantung atau kanker,” demikian rilis berita yang disampaikan oleh para peneliti.
Tidur Berdampak pada Kesehatan Jantung
Karena penelitian ini bersifat observasional—atau pengamatan—para peneliti tidak dapat membuktikan sebab-akibat langsung antara kualitas tidur dan risiko kematian. Hanya saja, mereka menilai ada hubungan antara keduanya.
Namun, hasil penelitian mendukung sebuah penelitian lain yang dilakukan lebih dulu oleh para ahli jantung, di mana hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan antara kualitas tidur yang buruk dan peningkatan risiko kematian akibat kanker dan penyebab lainnya.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk meningkatkan risiko diabetes tipe 2; obesitas; gangguan kardiovaskular; berisiko menimbulkan apnea tidur obstruktif—yaitu suatu kondisi yang menyebabkan seseorang berhenti atau berhenti bernapas saat tidur; serta meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, fibrilasi atrium, dan serangan jantung.
Dr. Nicole Weinberg, seorang ahli jantung di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California, mengatakan bahwa penelitian seperti ini memberi pemahaman yang lebih baik tentang dampak tidur pada seluruh tubuh—tidak hanya dalam kaitannya dengan penyakit kardiovaskular. “Ini adalah waktu yang sangat menyenangkan dalam dunia kedokteran yang berkaitan dengan kesehatan tidur untuk dapat memeriksa detail ini dan membuat pasien kami lebih sehat,” kata Dr. Weinberg, dikutip dari Healthline.
Weinberg mengatakan bahwa dia sering berbicara dengan pasiennya tentang kualitas tidur mereka, terutama jika mereka baru saja mengalami serangan jantung atau memiliki masalah yang berkaitan dengan detak jantung yang tidak teratur atau tekanan darah tinggi. “Itu semua adalah alasan untuk mulai menyelidiki masalah tidur mereka, apakah mereka menyadarinya atau tidak,” kata Weinberg.





