Mantan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan batal pensiun. Alih-alih purnatugas, dia malah mendapat dua jabatan tinggi sekaligus dari Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, jabatan barunya itu bisa dibilang ‘lebih tinggi’ dari menteri. Jika menteri di bawah Presiden, posisi Luhut kini bisa dibilang ‘setara’, bahkan ‘di atas presiden’: sebagai penasihat.
Pada Senin, 21 Oktober 2024, Presiden Prabowo melantik Luhut sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional, bareng pelantikan menteri dan kepala badan negara. Pelantikan Luhut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1039 P/2024 tentang Pengangkatan Ketua Dewan Ekonomi Nasional.
Soal Dewan Ekonomi Nasional sendiri sudah diatur dalam Keppres Nomor 144/1999. Dewan ini berfungsi memberi nasihat kepada presiden di bidang ekonomi, dalam upaya mempercepat penanggulangan krisis dan penyehatan ekonomi nasional, serta kesiapan dalam menangani dinamika globalisasi. Tugasnya adalah mengkaji masalah-masalah ekonomi, sebagai bahan masukan atau nasihat kepada presiden. Selain itu, juga bertugas menanggapi masalah ekonomi yang hidup di masyarakat, untuk kemudian diajukan kepada presiden.
Dewan Ekonomi Nasional sebenarnya pernah dibubarkan pada tahun 2000, melalui Keppres Nomor 122/2000 yang ditandatangani Presiden Abdurrahman Wahid. Pembubaran dilakukan dengan mencabut Keputusan Presiden Nomor 144/1999 tentang Dewan Ekonomi Nasional. Namun, dewan ini kembali diaktivasi pada masa kepemimpinan Presiden Prabowo.
Tak hanya itu, sehari berselang setelah pelantikan hari Senin, besoknya, Selasa, 22 Oktober 2024, Luhut dilantik lagi untuk menduduki jabatan Penasihat Khusus Presiden di Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan. Salah satu alasan pelantikan ini, sebagaimana disampaikan Luhut sendiri, karena berbagai program digitalisasi yang ia jalankan di Kemenko Marves juga sangat diperlukan oleh Prabowo.
“Soft of revenue kita seperti e-catalogue, simbara, simbara nikel, simbara untuk kelapa sawit dan juga government technology itu menjadi target Presiden Prabowo. Saya pikir kita lakukan,” tuturnya.





