Komisi Kejaksaan Ingatkan Jaksa agar Jangan ‘Petentang-Petenteng’

Presiden Prabowo Subianto memanggil Jaksa Agung beserta seluruh Jaksa Agung Muda ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 13 Januari 2025| BPMI Setpres/Muchlis Jr
Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Pujiyono Suwadi mengingatkan agar para jaksa dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kejaksaan menjaga sikap dan perilaku, baik saat berdinas maupun di luar kedinasan. Kata Pujiono, jangan petentang-petenteng.

__________

“Ketika memakai seragam dan mobil dinas kejaksaan, jangan merasa gagah dan petantang-petenteng. Yang diawasi publik bukan hanya kinerja, tapi juga perilaku kita sehari-hari,” ujar Pujiyono, ketika memberikan arahan di Kantor Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Selasa, 22 April 2025.

Ia menegaskan bahwa menjaga perilaku itu penting, demi mempertahankan kepercayaan publik terhadap kejaksaan yang menurutnya saat ini berada di posisi baik.

Bacaan Lainnya

Pujiyono merujuk pada hasil survei LSI, yang mencatat kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum paling dipercaya publik. Menempati peringkat ketiga nasional setelah TNI dan Presiden.

“Kepercayaan publik terbentuk dari profesionalisme dan perilaku. Profesionalisme ada aturannya, tapi perilaku terlihat dari keseharian,” jelas Guru Besar Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tersebut.

Pujiyono juga mengingatkan, di era media sosial, kesalahan kecil dapat cepat viral dan mencoreng citra institusi. “Kalau ada 99 persen kebenaran dan satu persen kesalahan, yang viral justru satu persen itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa integritas tidak bisa diajarkan di kelas, melainkan harus diteladani dari pimpinan.

“Para Kajati, Wakajati, dan Kajari harus sadar bahwa mereka menjadi panutan bagi bawahannya,” tegasnya.

Penerapan Asas Dominus Litis dan Penegakan Hukum secara Profesional

Sementara itu, di kesempatan terpisah, Jaksa Agung ST. Burhanuddin mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan publik–yang menurut survei LSI mencapai 75 persen itu.

“Sumpah jabatan bukan sekadar formalitas, melainkan janji spiritual kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang harus dipertanggungjawabkan. Mari bekerja dengan semangat Tri Krama Adhyaksa demi kemajuan institusi,” tegasnya, saat memberikan amanat pada acara pelantikan, pengambilan sumpah jabatan, dan serah terima jabatan enam Kepala Kejaksaan Tinggi di Kejaksaan Agung RI, di Jakarta, Rabu, 23 April 2025.

Pos terkait