Khofifah akan Non-Aktif Sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU Setelah Acara Harlah ke-78

“Saya sendiri sudah melakukan harlah muslimat di Lampung, di Maluku Utara, dan Sulawesi Selatan,” kata dia.

Sebelumya, perhelatan Harlah Muslimat ke-78 di Gelora Bung Karno yang dimajukan mendapat sorotan dari sejumlah warganet yang mengingatkan agar acara tersebut tidak dijadikan ajang kampanye. Sebab Harlah ke-78 Muslimat yang diselenggarakan pada Januari 2024 ini sengaja dilakukan sebelum hari pencoblosan 14 Februari 2024 dengan maksud sekalian berkampanye.  Anggapan itu muncul karena Khofifah sudah menyatakan mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dia akan efektif bergabung di TKN Prabowo-Gibran mulai Minggu (21/1).

Diketahui, Khofifah, dalam unggahan di akun Instagramnya pada Kamis (18/1/2024), mengajak warga Muslimat NU untuk membangun dan menguatkan persaudaraan kebangsaan, persaudaraan antar sesama umat Islam, serta persaudaraan antar sesama warga bangsa. Namun, sebagian warganet menanggapi ajakan tersebut dengan kekhawatiran agar acara Harlah Muslimat NU tidak dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye politik.

Bacaan Lainnya

Beberapa komentar dari warganet menyiratkan perhatian terhadap potensi politisasi acara tersebut.

Akun @sofizihan23 menulis, “Harlah Muslimat 29 Maret ya bu…..klo dimajukan pasti akan muncul kecurigaan bu.”

Situasi serupa diungkapkan oleh akun @savitendram01, yang menanyakan, “Harlah Muslimat NU kan bulan maret emang boleh dimajukan demi memenangkan pelanggar HAM?”

Sebagai informasi, Harlah ke-78 Muslimat NU mengusung tema “Membangun Ketahanan Keluarga Untuk Menguatkan Ketahanan Nasional”. Khofifah berharap Harlah ke-78 ini menjadi momentum doa bersama untuk kemaslahatan Indonesia, menunjukkan kesatuan Muslimat NU dalam mendukung nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan, meskipun banyak umat yang tetap saja mempertanyakan potensi politisasi acara tersebut.

Khofifah membantah anggapan itu. Ia menegaskan tidak ada satu pun capres dan cawapres yang diundang untuk menghadiri peringatan Harlah itu.

“Dari awal saya menyampaikan kita tidak mengundang paslon,” jelasnya.
Informasinya, PP Muslimat NU mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju untuk hadir.❍

Pos terkait