“Orang Suci dari Timur”, Pengobar ‘Bara Api’ Para Pecinta Tuhan
Rumi juga kerap disebut “Orang Suci dari Timur”. Sejak masih bocah dia didoakan oleh ulama besar Fariduddin Attar agar menjadi orang masyhur yang bakal menyalakan api gairah ketuhanan ke seluruh dunia.
Doa itu terucap ketika ayah Rumi, Bahauddin, berkunjung ke Nishapur dan diterima dengan baik oleh Abu Hamid bin Abu Bakar Ibrahim alias Fariduddin Attar. Fariduddin adalah seorang salik yang mengarang Mantiq at-Tayr atau Pertemuan Para Burung.
Kepada Bahauddin, Attar menghadiahkan salinan karangannya, Asrar Namah atau Kitab tentang Misteri-misteri. Tokoh berjuluk “pewangi para penyair” itu juga berpesan kepada Bahauddin, “Putramu (Jalaluddin) tak lama lagi akan mengobarkan bara api para pencinta Tuhan dari seluruh dunia.”
Dialoh tersebut sebagaimana dikutip oleh William C. Chittick dalam The Sufi Path of Love: The Spiritual Teachings of Rumi.
Haidar Bagir, dalam video siniar Helmi Yahya Bicara, mengatakan bahwa sosok Rumi sangatlah istimewa. Sampai sekarang masih banyak orang yang menulis tentangnya.
Walaupun Rumi sendiri diyakini banyak orang sebagai pengikut Sunni, kata Haidar, namun pemikirannya juga diikuti oleh mazhab Syiah. Rumi bisa menjadi jembatan dari aliran dan perbedaan mazhab.
Bahkan di Persia, Haidar Bagir menjelaskan, Jaluddin Rumi disebut “bukan Nabi tapi memiliki kitab”. Kitabnya yang masyhur adalah Matsnawi—yang berarti “puisi dua baris”. Di Iran, sampai sekarang, Matsnawi termasuk karya paling populer.
“Buku Matsnawi itu, buku populer ketika setelah al-Qur’an dan hadis,” Kata Haidar Bagir dalam video tersebut.
Karya Rumi ini juga banyak ditulis ulang dan ditafsir. Salah satunya oleh Reynold A. Nicholson, dalam buku The Mathnawi of Jalaluddin Rumi. Lantaran banyak ditulis dan dijelaskan orang Barat itulah karya Rumi pun populer di Barat.
Pada tahun 2015, setengah juta eksemplar terjemahan The Essential Rumi karya penulis Colleman Barks terjual, menjadikan Rumi sebagai penyair yang paling banyak dibaca di Amerika Serikat (AS). Mulai dari vokalis Coldplay Chris Martin hingga Madonna pun mengakui bagaimana mereka terinspirasi oleh karya Rumi.
Dalam sebuah wawancara dengan Rolling Stone, Chris Martin bercerita tentang perjuangannya lolos dari ancaman depresi. Kasus perceraian membawanya masuk saat-saat sulit. Beruntung, kata dia, seorang teman memberi satu buku syair Jalaludin Rumi terjemahan Coleman Barks.
“Buku itu mengubah hidup saya”, ungkap Martin kepada Rolling Stones.

Coldplay bahkan memasukkan pula syair terjemahan Bark ke dalam track singkat berjudul Kaleidoscope, di dalam album laris A Head Full of Dreams.