Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan keprihatinan mendalam atas kecelakaan yang melibatkan truk di KM 92 ruas Tol Purbaleunyi arah Jakarta pada Senin (11/11) sore. Insiden tersebut menambah panjang daftar kecelakaan lalu lintas di ruas tol tersebut.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Budi Rahardjo, menyatakan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah mengirimkan tim untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan kecelakaan.
“Kami sedang mendalami data dan informasi terkait kejadian ini untuk mendukung investigasi yang lebih menyeluruh,” ujar Budi dikutip dari keterangan resmi, Selasa (12/11).
Kemenhub menegaskan komitmen untuk menjaga keselamatan berlalu lintas. Investigasi akan diarahkan pada penyebab kecelakaan dan kemungkinan rekomendasi peningkatan keselamatan. Di samping itu, pengguna jalan tol diimbau mematuhi aturan berlalu lintas, memperhatikan kondisi jalan, serta mematuhi batas kecepatan.
Berdasarkan data dari Satlantas Polres Purwakarta, kecelakaan ini melibatkan 29 orang korban. Satu korban meninggal dunia, empat mengalami luka berat, dan 24 lainnya luka ringan. Kapolres Purwakarta AKBP Lilik Ardhiansyah menyatakan para korban telah dibawa ke RS Abdul Rojak Purwakarta untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami menerima laporan korban 29 orang, satu meninggal dunia, empat luka berat, dan 24 luka ringan,” jelas AKBP Lilik dikutip dari CNN Indonesia, Senin (11/11).
Petugas dari Jasa Marga terus bekerja keras untuk mengevakuasi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan beruntun di KM 92 Ruas Tol Cipularang arah Jakarta.
Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Agni Mayvinna, mengungkapkan bahwa empat kendaraan derek dan tim rescue telah dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi.
“Jasa Marga bekerja sama dengan dinas Pemadam Kebakaran Purwakarta dan ambulans RS Abdul Rajak untuk membantu evakuasi korban,” kata Agni Mayvinna kepada Antara.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Jules Abraham, mengungkapkan kecelakaan ini diduga terjadi akibat truk yang mengalami rem blong. Truk bermuatan berat itu menabrak kendaraan di depannya, sehingga memicu kecelakaan beruntun di lokasi.





