Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengimbau para pemudik untuk memanfaatkan aplikasi Travoy guna merencanakan perjalanan dengan cermat.
Imbauan ini disampaikan di tengah peningkatan volume kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek menjelang libur Idul Fitri 1447 H.
Rivan menekankan pentingnya perencanaan perjalanan untuk menghindari waktu dan titik rawan kepadatan. Aplikasi Travoy, kata dia, dapat diakses untuk mendapatkan informasi lalu lintas terkini secara real time.
“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan cermat, menghindari waktu dan titik rawan kepadatan, serta memanfaatkan informasi lalu lintas terkini yang tersedia secara real time, termasuk melalui aplikasi Travoy,” ujar Rivan dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Selain itu, ia mengingatkan, pemudik untuk memastikan kondisi kendaraan dan pengendara dalam keadaan prima. Pastikan kecukupan bahan bakar minyak (BBM) dan saldo uang elektronik, serta patuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.
H-5, 178 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Rivan melaporkan, arus lalu lintas meninggalkan Jabotabek pada H-5 libur Idul Fitri atau Senin (16/3/2026) tercatat mencapai 178.164 kendaraan. Angka ini meningkat 36,4 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 130.641 kendaraan.
Secara kumulatif, total volume kendaraan yang meninggalkan Jabotabek pada periode H-10 hingga H-5 (11-16 Maret 2026) mencapai 990.506 kendaraan. Jumlah ini meningkat 13,6 persen dari kondisi normal (871.629 kendaraan).
Data tersebut merupakan akumulasi dari empat Gerbang Tol (GT) utama, yaitu GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (arah Bandung), GT Cikupa (arah Merak), dan GT Ciawi (arah Puncak).
Distribusi Arus: Mayoritas ke Timur, Disusul Barat dan Selatan
Dari total kendaraan yang meninggalkan Jabotabek, distribusi terbesar mengarah ke Timur (Trans Jawa dan Bandung) sebanyak 479.899 kendaraan atau 48,5 persen. Selanjutnya, 303.113 kendaraan (30,6 persen) menuju arah Barat (Merak), dan 207.494 kendaraan (20,9 persen) menuju arah Selatan (Puncak).
Proyeksi Puncak Arus Mudik Capai 259 Ribu Kendaraan
Jasa Marga memproyeksikan puncak arus mudik akan terjadi pada Rabu (18/3/2026). Volume lalu lintas di empat GT utama diperkirakan mencapai 259 ribu kendaraan, atau melonjak 90,5 persen dibandingkan lalu lintas normal.





