TIMES Indonesia mencatat lulusan yang dilepas akan menuju sejumlah negara, antara lain Arab Saudi, Turki, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Jerman, Australia, dan Taiwan. Mereka dibekali bahasa asing, budaya, literasi hukum, hingga administrasi.
Di Jawa Timur, sebanyak 1.200 siswa dari 115 SMK turut diberangkatkan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut para lulusan dipersiapkan untuk bersaing di pasar kerja global sekaligus membawa nama baik Indonesia.
Kepala SMKS Muhammadiyah 1 Malang Kusdarmadi menyambut program ini karena persiapan tiga tahun dinilai belum cukup. Menurut dia, murid membutuhkan penguatan bahasa, adaptasi negara tujuan, budaya kerja, fisik, dan mental sebelum berangkat.
Kepala SMKN 1 Buduran Sidoarjo Agustina juga menilai program ini dapat menjadi solusi peningkatan kebekerjaan lulusan SMK menuju Indonesia Emas 2045. Menurut dia, minat murid bekerja ke luar negeri terus meningkat dan perlu disiapkan lebih awal.***





