Kata Budiman Sudjatmiko, Prabowo Mengaku Sudah Pulangkan Semua Aktivis yang Diculik

Tim Mawar bertugas untuk mendeteksi kelompok radikal, pelaku aksi kerusuhan, dan teror. Pada 18 Januari 1998, terjadi ledakan di Rusun Tanah Tinggi, Jakarta Pusat. Kejadian ini membuat Tim Mawar semakin berpengaruh dalam urusan keamanan. Tim Mawar menyusun rencana untuk menangkap sejumlah aktivis yang dicurigai terlibat dalam insiden ledakan bom tersebut. Karena aktivitas itulah, akhirnya Tim Mawar—dan Prabowo sebagai motornya—diidentikkan sebagai penculik aktivis.

Budiman Sudjatmiko sendiri sempat bikin ‘geger’ jagat politik Tanah Air ketika dia berinisiatif menemui Prabowo Subianto sebagai pribadi di rumah Prabowo, Jl. Kartanegara, Jakarta, Selatan, Selasa, 18 Juli 2023 malam.

Bacaan Lainnya

Banyak spekulasi beredar terkait pertemuan tersebut, sebab Budiman merupakan kader PDI Perjuangan yang partainya sudah resmi mencalonkan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden. Sementara di sisi lain, Prabowo juga telah menyatakan dirinya bakal maju sebagai bacapres dari Partai Gerindra.

Selain itu, banyak pihak yang beranggapan bahwa Prabowo dan Budiman adalah kubu yang berseberangan, jika mengacu pada sejarah konflik dan gonjang-ganjing politik ‘98. Budiman adalah aktivis yang sangat vokal, hingga pernah dipenjara karena itu; sementara di sisi lain, Prabowo diidentikkan sebagai ‘pembungkam aktivis’.

Banyak pihak yang kemudian berusaha mengklarifikasi Budiman terkait maksud pertemuan itu. Dalam banyak kesempatan, Budiman menjelaskan bahwa dia menemui Prabowo sebagai pribadi, atas inisiatif sendiri, karena semata-mata ingin merangkul Prabowo untuk mewujudkan persatuan golongan nasionalis, demi terciptanya Pemilu 2024 yang damai. Budiman juga menegaskan bahwa dia tidak mewakili partainya.

Dan menurut rencana, Budiman dipanggil oleh PDIP untuk diklarifikasi perihal kunjungannya ke kediaman Prabowo pada 18 Agustus 2023 mendatang.

(Toni)

Pos terkait