Kampung Pancasila Surabaya Siap Berkompetisi Mulai September 2026

Kampung Pancasila Surabaya
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Kampung Pancasila sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Irvan Widyanto. - Dinkominfo Surabaya

Karena itu, Irvan mendorong RT dan RW memastikan pengisian data oleh Kader Surabaya Hebat (KSH) di aplikasi Sayang Warga berjalan dengan baik. “Jadi Pak RT dan Pak RW, harus mengecek pengisian di aplikasi Sayang Warga yang dilakukan oleh ibu-ibu KSH,” pesan dia.

Menurutnya, data self assessment tersebut akan menghasilkan skor yang menjadi bagian dari penilaian kompetisi. “Jadi, pengisiannya seperti apa dari self assessment itu nanti akan muncul scoring-scoring yang nanti akan dinilai secara langsung,” bebernya.

Penilaian berbasis aplikasi kemudian dilanjutkan dengan verifikasi lapangan oleh tim juri yang melibatkan perangkat daerah (PD) pemkot, akademisi, media hingga praktisi. Dari 1.360 RW di Surabaya, tahap verifikasi lapangan pertama akan menyaring peserta menjadi 500 RW terbaik. “Tahapan kompetisi nanti ada registrasi, kemudian ada verifikasi lapangan yang pertama, yaitu dari 1.360 RW nanti akan disaring menjadi 500 besar RW,” kata dia.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 500 RW terpilih selanjutnya menjalani verifikasi lapangan tahap kedua untuk menentukan 200 RW terbaik. “Nah, dari yang setelah terverifikasi menjadi 500 RW terbaik, maka akan ada verifikasi lapangan kedua dimana untuk menyaring menjadi 200 RW yang menjadi terbaik atau alias juara,” terangnya.

Dari 200 RW tersebut, penilaian dibagi ke dalam kategori RW A dan RW B berdasarkan jumlah RT. RW A diperuntukkan bagi wilayah dengan lebih dari 10 RT, sedangkan RW B untuk wilayah dengan kurang dari 10 RT. Tahapan ini menjadi bagian dari proses menuju 165 besar RW terbaik.

“Dari 200 RW itu akan ditetapkan kategori RW A. Artinya RW tersebut jumlahnya lebih dari 10 RT. Kemudian, yang RW B, jumlahnya kurang dari 10 RT untuk menuju ke 165 besar RW,” tuturnya.

Meski seluruh kategori memiliki keterkaitan dalam penilaian, pilar lingkungan dan ekonomi akan mendapatkan bobot lebih besar. Fokus tersebut mencakup pengelolaan sampah, geliat ekonomi warga, serta kepedulian sosial di lingkungan RT dan RW.

“Untuk penilaian terbesar di Kampung Pancasila ini tidak mengucilkan pilar-pilar yang lain, semuanya tetap saling mempengaruhi, tapi penilaian yang terbesar nanti berasal dari pilar lingkungan dan pilar ekonomi,” terang Irvan.

Irvan menjelaskan, aspek lingkungan akan menilai pemilahan dan pengolahan sampah di tingkat RT dan RW. Sementara aspek ekonomi mencakup donasi dan geliat ekonomi masyarakat. “Jadi, dua pilar ini dibantu dari pilar kemasyarakatan dan pilar sosial budaya,” tambahnya.

Menjelang launching lomba Kampung Pancasila, Irvan mendorong seluruh PD pengampu untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada RT dan RW agar dapat mempersiapkan wilayahnya masing-masing. “Para PD pengampu sudah bisa melakukan edukasi, motivasi terhadap RT dan RW terkait dengan lomba Kampung Pancasila,” pungkasnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan