Kemendagri menilai Kampung Pancasila di Surabaya berhasil menjaga Kamtibmas, terutama saat kerusuhan akhir Agustus 2025. Lebih dari 9.000 poskamling siap diperkuat dengan SOP baru.
__________
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) memberikan apresiasi atas pembentukan Kampung Pancasila di Surabaya. Program ini dinilai merupakan wujud nyata gotong-royong warga menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
“Saya memberikan apresiasi terhadap pembentukan Kampung Pancasila. Bahkan, ada lebih dari 6.000 ASN Pendamping yang diterjunkan di 1.361 RW Surabaya,” ujar Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri, Teguh Setyabudi, Ahad (14/9).
Dalam kunjungan ke Surabaya, Teguh mendengarkan paparan empat bidang Kampung Pancasila, termasuk peran warga Wonokromo dan Pabean Cantian yang berhasil mencegah kerusuhan akhir Agustus 2025. Ia menyebut tujuan kunjungan ini untuk melihat penguatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) pascaaksi unjuk rasa.
“Kita tahu Siskamling bukan hal baru. Di Surabaya sudah diinisiasi, diperkuat, dengan adanya pembentukan Kampung Pancasila,” kata Teguh.
Ia menyebut Siskamling masuk dalam Satgas Kemasyarakatan Kampung Pancasila. Namun, ia menekankan perlunya penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP). “Kami juga sudah sampaikan kepada Pak Wali Kota agar Satgas Kemasyarakatan, khususnya Siskamling, ada penebalan SOP. Baik tata kelola, manajemen, sarpras, pelaporan, hingga tindak lanjut,” ujarnya.
Teguh bersyukur seluruh RT di Surabaya memiliki Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling), bahkan ada yang lebih dari satu. “Jumlah Poskamling di Surabaya lebih dari 9.000. Itu luar biasa,” tegasnya. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi Poskamling dengan Pos Perlindungan Masyarakat (Poslinmas).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan tujuan pembentukan Kampung Pancasila adalah memperkuat keamanan kota melalui Siskamling. “Dikuatkan dengan Siskamling di kampung-kampung, agar warga merasa aman dan nyaman,” katanya.
Eri menegaskan Kampung Pancasila melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. “Deklarasi di Tugu Pahlawan diikuti Karang Taruna, Gen Z, generasi milenial, semua terlibat,” ujarnya.
Ia menjelaskan Kampung Pancasila berjalan sejak Juni 2025. Saat kerusuhan pecah di Surabaya akhir Agustus, peran kampung ini terbukti penting. “Saat terjadi aksi massa, masyarakat Wonokromo, Pabean Cantian, Bubutan, dan titik lain melakukan perlawanan,” ucapnya.
Eri memastikan pola pengamanan Kampung Pancasila akan diarahkan ke pusat kota. “Nanti yang menjaga di setiap sudut rumah, bukan hanya di tengah kota,” katanya.
Ia menambahkan SOP Kampung Pancasila segera disampaikan ke Kemendagri. “Pak Dirjen akan memberikan masukan agar bisa lebih dijalankan masyarakat Surabaya,” pungkas Eri.***





