Kampanye Diet Sampah Plastik Sekali Pakai, PP Aisyiyah Luncurkan Panduan Ramadhan-Idul Fitri Hijau

Ilustrasi larangan sampah plastik sekali pakai. (SF)

Ironi di Bulan Suci. Saat nafsu syahwat berhasil dikendalikan lewat berpuasa, jumlah sampah plastik justru semakin meningkat karena penggunaan sekali pakai. Prihatin atas kondisi tersebut, Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah membuat gerakan Ramadhan dan Idul Fitri hijau, untuk mengendalikan plastik sampah dari rumah tangga, mushala maupun masjid. Seperti apa programnya?

Bulan Ramadan tak hanya mengubah sebagian besar masyarakat menjadi lebih religius.  Namun acap kali menjadi bulan ironi. Ramadhan justru menjadi bulan penghasil sampah yang bertambah-tambah di banding bulan lainnya. Sampah sisa makanan – berikut juga pembungkusnya dari plastik sekali pakai, meningkat drastis dari level rumah tangga maupun sampah dari masjid dan mushala.Panduan Ramadhan dan Idul Fitri Hijau. Foto:PP Aisyiyah

Zerowaste.id melaporkan,  produksi sampah naik sekitar 20% dan mampu menghasilkan 500 ton sampah di bulan Ramadhan. Bulan Ramadan 2024, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memprediksi volume sampah makanan di beberapa wilayah Indonesia bakal meningkat 30 persen dibandingkan hari biasa.

Bantargebang Integrated Waste Treatment Site menjelaskan, sampah makanan meningkat hingga 50 persen selama bulan Ramadhan. Bahkan di tahun 2023, tinggi timbunan sampah Bantargebang mencapai 40 meter. Ketinggian itu setara dengan gedung 16 lantai. Sampah sisa makanan adalah salah satu jenis sampah yang menghasilkan emisi gas metana.

Bacaan Lainnya

Metana (CH4) merupakan gas yang jangka waktu keberadaannya lebih pendek di atmosfer (±12 tahun) dibandingkan karbon yang dapat mencapai 200 tahun. Namun, berbanding terbalik dengan masa keberadaannya yang pendek, metana 25 kali lebih kuat dalam memperparah pemanasan global.

Data-data tersebut menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat terhadap sampah masih tidak terkontrol dengan baik. Bukankah dalam agama Islam diajarkan bahwa sesuatu yang berlebihan tidak baik?

Miris dengan fakta dan fenomena tersebut, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PP Aisyiyah membuat gerakan Ramadhan Hijau dan Idul Fitri Hijau 1445 Hijriah/2024. Gerakan ini mengajak warga Aisyiyah bersama seluruh umat muslim di Indonesia untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup pada momentum bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri. Gerakan ini dimulai dengan membuat panduan Green Ramadan dan Idul Fitri 1445 H/2024 M.

Pos terkait