Dalam laman Google Form yang disediakan OCCRP tersebut, tertera penjelasan bahwa mereka menerima nominasi dari publik, jurnalis, akademisi, pelaku bisnis dan penegak hukum.
OCCRP memilih orang-orang yang paling banyak melakukan kejahatan dan korupsi terorganisir di seluruh dunia setiap tahun, sejak 2012. Dalam pernyataannya, OCCRP menyebut ‘penghargaan’ ini diberikan pada mereka yang banyak melakukan kekacauan di seluruh dunia melalui kejahatan terorganisasi dan korupsi.
OCCRP bertujuan untuk mempromosikan akuntabilitas melalui ‘penghargaan’ ini, dengan menyoroti mereka yang dinilai paling banyak melakukan atau mendukung korupsi dan kolusi politik.
Tahun lalu, penghargaan ini jatuh kepada Jaksa Agung Guatemala María Consuelo Porras. Pada 2022, penghargaan disabet oleh pada pemimpin tentara bayaran Russia Yevgeny Prigozhin. Lalu, pada tahun 2021, ada Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko yang jadi pemenang; Presiden Brasil Jair Bolsonaro sebagai jawara 2020), dan pada tahun 2019 ada Perdana Menteri Malta Joseph Muscat 2019.
Penghargaan OCCRP bukan hanya untuk tokoh. Pada tahun 2018 penghargaan diberikan pada Danske Bank, bank terbesar di Denmark, yang diduga mendukung pencucian uang besar-besaran di Estonia. Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, juga pernah mendapat penghargaan ini pada tahun 2017.
Jokowi: Orang Bisa Memakai NGO untuk Tujuan Jahat
Jokowi, ketika dimintai tanggapan terkait pengumuman OCCRP itu, mengatakan, “Yang dikorupsi apa? Ya dibuktikan. Apa?” kata Jokowi, saat dijumpai wartawan di kediamannya, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Selasa, 31 Desember 2024.
Terkait tudingan memanipulasi pemilu, menjarah sumber daya alam, Jokowi menyebut saat ini banyak sekali fitnah, framing jahat, tuduhan-tuduhan tanpa bukti. “Itu yang terjadi selama ini,” ucapnya.
Ketika ditanya apakah tudingan itu terdapat muatan politis, ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini meminta agar ditanyakan langsung kepada yang membuat pernyataan.
“Orang bisa memakai kendaraan apa pun, bisa NGO (Non Governmental Organization), partai, ormas untuk membuat framing jahat, atau tuduhan jahat,” katanya.***





