Jelang TKA 2026, Dispendik Surabaya Matangkan Kesiapan SD-SMP

Dispendik Surabaya
Kepala Dispendik Kota Surabaya Febrina Kusumawati. - Diskominfo Surabaya
Berbagai langkah telah dilakukan untuk menjamin pelaksanaan TKA berjalan lancar tanpa kendala, baik dari sisi akademik maupun sarana prasarana pendukung.

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 yang kian dekat membuat Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya harus memastikan kesiapan penuh sekolah jenjang SD dan SMP. Berbagai langkah telah dilakukan untuk menjamin pelaksanaan TKA berjalan lancar tanpa kendala, baik dari sisi akademik maupun sarana prasarana pendukung.

Kepala Dispendik Kota Surabaya Febrina Kusumawati, menyampaikan persiapan TKA telah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Dengan sisa waktu sekitar dua bulan, ia menegaskan seluruh tahapan telah disiapkan secara berkelanjutan.

“Insyaallah teman-teman Dinas Pendidikan sudah menyiapkan semua persiapannya,” ujar Febri, Rabu (11/2/2026).

Bacaan Lainnya

Febri menjelaskan salah satu fokus utama persiapan adalah memastikan siswa memahami karakter soal TKA yang berbeda dengan pola evaluasi sebelumnya. Jika sebelumnya siswa lebih banyak menghadapi soal berbasis hafalan, kini TKA menuntut kemampuan literasi, pemahaman bacaan, serta penalaran.

“Kalau sebelumnya itu hafalan-hafalan, ternyata isinya (sekarang) adalah soal cerita, bagaimana anak itu bisa membaca, mencerna, menulis, merumuskan, baru menghasilkan,” paparnya.

Untuk mengantisipasi perbedaan tersebut, Dispendik Surabaya telah menggelar sejumlah tryout TKA dan menyiapkan berbagai paket soal latihan. Paket-paket tersebut terintegrasi dalam sistem pembelajaran sehingga dapat diakses siswa secara bertahap.

“Jadi kita sudah melakukan beberapa kali try out untuk mengenalkan dulu ke anak-anak. Beberapa kali paket soal juga sudah kita siapkan. Bahkan sampai dengan hari ini anak-anak bisa coba di dalam sistem kita,” ungkap Febri.

Ia menuturkan bahwa sistem latihan dibuat berkesinambungan agar siswa terbiasa dengan pola soal TKA. “Jadi sistemik begitu. Soal-soal silakan (dicoba), kalau paket ini sudah habis, paket berikutnya dan seterusnya. Itu lebih kepada untuk melatih anak-anak kita untuk materi TKA,” jelasnya.

Pos terkait