Pada platform ini, subkategori cokelat hampir menyentuh 200 ribu jumlah produk terjual. Jika dibandingkan platform lain, Shopee menjual 704 ribu di periode yang sama, sementara Tokopedia menjual 115 ribu produk.
Sebagai salah satu platform paling muda dan baru saja dikembangkan, tentunya TikTok Shop terlihat cukup potensial dan menjanjikan. Nilai penjualan ini juga cukup terefleksi dari subkategori biskuit dan kue kering, permen, gula, serta jus dan sirup melalui tabel di bawah ini.
Jika melihat data pada periode 2 – 25 Februari 2024, Shopee masih menjadi e-commerce yang paling diminati, dengan market share di sektor F&B sebesar 56,9 persen. Berikutnya disusul oleh Tokopedia 24,5 persen dan TikTok Shop 18,6 persen.
Namun, jika dilihat dari perspektif yang lebih luas, seperti FMCG, TikTok Shop terlihat cukup diminati dan terlihat menjanjikan. Di mana pada keseluruhan sektor FMCG, TikTok Shop berhasil meraup nilai penjualan sebesar Rp1,1 triliun dan memiliki market share 22,4 persen, atau paling laris kedua setelah Shopee yang memiliki nilai penjualan sebesar Rp3,2 triliun atau market share sebesar 64,2 persen. Kemudian disusul Tokopedia dengan nilai penjualan Rp631 juta atau market share sebesar 12,3 persen, kemudian Blibli dengan nilai penjualan Rp60 juta atau market share sebesar 1,1 persen.
“Melihat pasar TikTok Shop yang potensial, Compas.co.id selaku perusahaan yang memiliki keinginan untuk terus berkembang dan memenuhi kebutuhan informasi bagi publik, khususnya untuk para pemilik brand, pada 29 Februari 2024 meluncurkan layanan monitoring data TikTok Shop. Peluncuran ini bertepatan pada perayaan hari jadi Compas.co.id yang memasuki usia ke-12 tahun. Pada usia yang semakin dewasa ini, Compas.co.id berharap dapat terus berkembang, dan bercita-cita untuk menambah sektor industri yang akan kami monitoring ke depannya,” papar Narendrata.◼︎





