Jejak Dr. Soetomo di Surabaya, Pendiri Boedi Oetomo

Museum Dr Soetomo
Salah satu sudut ruangan di museum Dr Soetomo di Surabaya. - Samudra Fakta

Dr. Soetomo lahir di Ngepeh, Loceret, Nganjuk, Jawa Timur, 30 Juli 1888. Kemudian pada tahun 1924, Soetomo mendirikan Indonesian Studyclub. Lalu, pada 1930, ia dan teman-temannya mendirikan Partai Bangsa Indonesia dan pada tahun 1935 mendirikan Partai Indonesia Raya (Parindra).

Tak jauh dari museum, terdapat makam Dr. Soetomo. Ia dimakamkan terpisah dengan sang istri. Selama 15 tahun menikah, Dr. Soetomo dan sang istri tak dikaruniai keturunan. Sang istri yang meninggal terlebih dulu dimakamkan di komplek makam Belanda Kembang Kuning, Surabaya.

Tempat Pertemuan

Bangunan utama di kompleks GNI ini merupakan sebuah pendopo, yang sebelumnya menjadi tempat pertemuan organisasi pergerakan sebelum masa kemerdekaan. Di sini juga lebih banyak berisi tentang sejarah perjuangan pergerakan Dr. Soetomo, dari mulai mendirikan Boedi Oetomo, Perhimpunan Indonesia, hingga pembentukan organisasi Indonesische Studie (IS) club.

Bacaan Lainnya

GNI juga menjadi tempat pembentukan Komisi Nasional Indonesia (KNI) serta pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Jatim pada Agustus 1945. Selain itu, GNI waktu itu juga menjadi Karesidenan Kota Surabaya, serta salah satu lokasi terjadinya pertempuran 10 November antara Arek-arek Suroboyo dan Tentara Sekutu.

Pada podium depan di dalam pendopo akan dijumpai meja yang terbuat dari kayu jati dan dikelilingi 10 kursi, dengan ornamen Jawa yang unik. Meja tersebut sering dipakai Dr. Soetomo rapat pergerakan. Di atasnya, terpasang lambang burung garuda, diapit foto Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kompleks Museum Dr. Soetomo ini buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB dan pukul 07.00-15.00 WIB pada Hari Sabtu dan Minggu. ***

Pos terkait