Pemerintah Kota Surabaya memastikan daya tampung sekolah tingkat menengah pertama tahun ini aman untuk mengakomodasi seluruh lulusan sekolah dasar.
Pemerintah Kota Surabaya menjamin seluruh anak usia sekolah mendapatkan akses pendidikan pada Sistem Penerimaan Murid Baru 2026. Kepastian ini diraih berkat kolaborasi erat antara sekolah negeri dan swasta.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya Eddy Christijanto menegaskan daya tampung saat ini sudah mencukupi. Dinas Pendidikan telah menghitung total kebutuhan kursi untuk seluruh lulusan.
“Insyaallah berdasarkan kuota yang ada di Dinas Pendidikan, semua anak usia sekolah di Surabaya tidak ada yang tidak sekolah untuk tahun 2026,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya Eddy Christijanto, Rabu, 20 Mei 2026.
Daya Tampung 42 Ribu Kursi
Pemerhati Pendidikan dan Perlindungan Anak LPA Jawa Timur Isa Anshori membenarkan ketersediaan kursi tersebut. Ia mencatat total kapasitas sekolah menengah negeri dan swasta saat ini mencapai angka 42 ribu kursi.
“Dari jumlah daya tampungnya 42.000, artinya tidak ada anak Surabaya yang usia sekolah yang tidak sekolah,” ujar Isa. Ia menilai jumlah itu melampaui total lulusan yang diperkirakan berkisar di angka 41 ribu anak.
Proporsi Pembagian Kuota
Lebih rinci, Isa menjelaskan bahwa kuota sekolah negeri mencapai sekitar 17 ribu kursi atau menempati porsi 40 persen. Sementara itu, sisa 60 persen kebutuhan bakal diakomodasioleh sekolah swasta.
“Artinya semua akan jadi tertampung,” tutur Isa. Ia pun mengimbau para orang tua agar tidak panik selama proses penerimaan siswa baru ini berjalan sesuai dengan aturan resmi pemerintah.***





