Bagi aliran materialis, materi adalah hal utama. Sementara ide, spirit, dan gagasan merupakan perkara sekunder. Berbeda halnya dengan aliran idealis, yang paling utama adalah ide sementara materi sebagai yang sekunder (George Novack,The Origins of Materialism, 1979). Dan karenanya, mustahil Lakpesdam didegradasi dari peran fungsinya yang semula idealis menjadi materialis sebagaimana Bappenas.
Tanpa mengurangi rasa hormat sedikit pun, figur Erick Thohir adalah seorang pengusaha sukses yang sedang menjabat sebagai Menteri BUMN. Selain itu, Erick menjabat sebagai anggota Komite Olimpiade Internasional, mengingat kesuksesannya menakhodai Inter Milan. Tetapi, harus dicatat, menyerahkan Lakpesdam PBNU kepada Erick Thohir adalah indikasi Gus Yahya telah sepenuhnya mengadopsi ideologi Marxisme.
Marxisme bukan semata-mata analisa konflik sosial, tetapi lebih abstrak lagi: sebagai segala jenis pemikiran filosofis yang bersifat politis dan menggunakan interpretasi materialis dalam menganalisa pembangunan sosial-ekonomi masyarakat (Luke March, Contemporary Far Left Parties in Europe: From Marxism to the Mainstream?, 2009:126–143).
Tidak heran apabila opini publik yang berkembang massif adalah politik balas budi Gus Yahya kepada Erick, yang gagal mencalonkan diri sebagai wakil presiden. Sementara kampanye PBNU mencitrakan Erick Thohir sudah cukup lama, sejak perayaan 1 Abad NU awal 2023. Lebih-lebih NU sudah terlanjur “banyak utang” kepada pemerintah, tepatnya dengan viralnya pemberitaan bahwa PBNU mendapatkan jatah izin tambang dari Jokowi.
Gus Yahya gagal mengantarkan Erick Thohir untuk menjadi wakil presiden siapapun. Satu-satunya jalan agar “utang” itu sedikit dilunasi adalah memberi tempat yang strategis bagi Erick Thohir di tubuh PBNU, yaitu posisi Ketua Lakpesdam—mengingat Erick Thohir satu gerbong dengan Jokowi dalam mendukung pasangan Prabowo-Gibran di Pemilu 2024 nanti.
Penyimpangan “Aksi” atas Narasi Besar Fikih Peradaban PBNU
Mengubah Lakpesdam menjadi sekadar selevel dengan Bappenas pada hakikatnya adalah bentuk pengkorosian jati diri Lakpesdam itu sendiri. Kebijakan mensejajarkan Lakpesdam dengan Bappenas menyimpang jauh dari cita-cita ideal Fikih Peradaban. Sebab, Lakpesdam selama ini sudah ideal dan sejalan dengan hakikat Fikih Peradaban, dan tidak perlu didegradasi lagi.





