Iran Ternyata Evakuasi Fasilitas Nuklir Sebelum Serangan AS: Strategi Sunyi di Tengah Ledakan

Iustrasi fasilitas nuklir di wilayah Iran. Pemerintah Iran mengumumkan telah mengevakuasi tiga fasilitas nuklir utama mereka, yang diklaim hancur oleh Presiden AS Donald Trump | Dok. AP/Hamid Foroutan

Ledakan yang Terlambat

Meski Presiden Trump menyatakan bahwa AS telah “menghilangkan Fordow”, dampak strategis dari serangan tersebut masih diperdebatkan. 

Tiga target—Natanz, pusat pengayaan uranium terbesar; Isfahan, pusat riset dengan ribuan ilmuwan; dan Fordow, bunker bawah tanah anti-serangan—dihantam dalam satu malam, tapi tidak menghentikan program yang telah dibentuk selama dua dekade.

Bacaan Lainnya

Israel mengklaim berhasil menunda ambisi Iran memiliki bom nuklir selama dua hingga tiga tahun. Namun, klaim itu dibayang-bayangi oleh kenyataan bahwa aset utama Iran tidak berada di tempat saat bom dijatuhkan.

Fasilitas nuklir Iran Fordow. | Maxar Technologies

Diam yang Mengguncang

Di tengah dentuman rudal dan gempita propaganda militer, langkah Iran untuk mengevakuasi situs nuklir menunjukkan satu hal: bahwa dalam perang modern, kekuatan bukan hanya soal siapa yang lebih keras menghantam, tetapi siapa yang lebih tenang menghindar.

Dan hari ini, di balik gunung-gunung Qom dan ruang bawah tanah Natanz yang kosong, Iran memberi sinyal ke dunia: kami belum kalah—kami baru saja pindah tempat.***

Pos terkait