Iran Luncurkan Rudal ke Israel setelah Negara Zionis Lancarkan Serangan Darat ke Lebanon

Sistem pertahanan udara Israel menangkal gempuran rudal Iran di Kota Ashelon, Selasa (01/10). (Reuters)
Jakarta–Iran dilaporkan telah meluncurkan sekitar 180 rudal ke Israel tersebut pada Selasa (1/10/2024). Aksi ini dilakukan beberapa jam setelah Israel melancarkan serangan darat ke Lebanon.

Israel mengklaim serangan kali ini disebut sedikit lebih besar daripada serangan April lalu—di mana ketika itu ada sekitar 110 rudal balistik dan 30 rudal jelajah ditembakkan iran.

Israel sendiri mengklaim tengah melancarkan serangan darat ke Lebanon, beberapa menit setelah pukul 02.00 waktu setempat, Selasa (1/10/2024). Namun demikian, Klaim ini dibantah oleh Hizbullah. Dan mereka memastikan siap menghadapi konfrontasi langsung dengan Israel.

Artileri Israel menghantam wilayah Lebanon selatan dekat perbatasan Israel, pada 30 September 2024.(EPA)

Dalam sebuah rekaman yang disiarkan oleh stasiun televisi Israel, beberapa rudal tampak melesat di atas wilayah Tel Aviv, pada Selasa (01/10), sesaat sebelum pukul 19:45 waktu setempat, atau 23.45 WIB.

Bacaan Lainnya

“Beberapa serangan di bagian tengah dan wilayah lain di bagian selatan,” kata seorang juru bicara militer mengatakan Israel, dikutip dari Reuters.

Militer Iran mengatakan pasukannya menggunakan rudal hipersonik untuk pertama kalinya. Mereka juga mengeklaim bahwa 90 persen rudal mengenai sasarannya.

Sementara itu, sumber militer Iran mengatakan kepada media pemerintah di Teheran bahwa mereka menargetkan tiga pangkalan militer Israel dalam serangan itu.

Namun, militer Israel menekankan bahwa “sejumlah besar” rudal yang ditembakkan Iran berhasil dicegat. Kilatan cahaya di langit di atas Tel Aviv tampak menunjukkan pertahanan udara Israel mencegat beberapa rudal.

Militer Iran mengatakan bahwa serangan itu merupakan respons terhadap aksi Israel yang membunuh seorang komandan Garda Revolusi Iran dan para pemimpin milisi yang didukung Iran di wilayah tersebut.

Iran merujuk kepada pembunuhan kepala Hizbullah, Hassan Nasrallah, serta komandan Garda Revolusi Iran, Abbas Nilforoshan, di Beirut akhir pekan lalu.

Pos terkait