Salah satu motif batik yang paling terkenal dari Sidoarjo adalah motif merak. Motif ini melambangkan kekuatan dan ketangguhan di satu sisi, serta keanggunan di sisi lainnya, yang diharapkan dapat tercermin pada siapa pun yang mengenakan batik tersebut.

7. Batik Lamongan
Batik Lamongan memiliki berbagai motif yang mencerminkan kekayaan budaya lokal, salah satunya adalah batik sendang. Batik ini berasal dari Desa Sendangduwur, Kecamatan Paciran, dan telah ada sejak abad ke-15.
Batik sendang mencerminkan filosofi kehidupan masyarakat Lamongan, menggambarkan kedalaman jiwa serta nilai-nilai yang dijunjung penduduk setempat. Selain itu, batik sukun dari Kecamatan Modo baru-baru ini diresmikan sebagai ikon daerah tersebut.

Diharapkan batik ini dapat semakin memperkenalkan budaya Modo ke masyarakat luas. Motif sukun melambangkan pertumbuhan dan keberlanjutan, seperti pohon sukun yang selalu memberikan manfaat.
Batik Daliwangun terinspirasi dari burung dali dan pohon wangun merupakan salah satu motif yang juga mencerminkan hubungan erat, antara alam dan kehidupan masyarakat Lamongan. Filosofi dari batik ini adalah tentang keseimbangan alam, keberanian, dan ketahanan dalam menghadapi tantangan hidup.
8. Batik Banyuwangi
Motif batik Banyuwangi sebagian besar terinspirasi dari kondisi alam di daerah tersebut. Terdapat 21 motif batik Banyuwangi yang telah diakui secara nasional. Beberapa di antaranya motif gajah oling, alas kobong, kangkung setingkes, dan kopi pecah.

Motif gajah oling meski namanya mengandung kata gajah, sebenarnya tidak menggambarkan hewan tersebut secara harfiah. Gajah dalam konteks ini diartikan sebagai sesuatu yang besar, sementara “oling” berarti mengingat. Jika digabungkan, makna dari motif ini adalah ajakan bagi manusia untuk selalu mengingat kebesaran Sang Pencipta.





