Macron Tegaskan Prancis Tidak Sudi Bantu Senjata Apa Pun ke Israel, Netanyahu Marah

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: AFP)
PARIS — Prancis kini mengikuti langkah Jerman, Inggris, dan Belanda dalam mendesak penghentian pengiriman senjata ke Israel. Pada Sabtu (5/10/2024), Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan dukungannya terhadap upaya penangguhan tersebut.

“Saya percaya, mulai hari ini, prioritas utama adalah kembali ke penyelesaian politik dan menghentikan suplai senjata untuk kegiatan militer di Jalur Gaza. Prancis tidak akan memasok senjata kepada mereka [Israel]. Selain itu, prioritas kami adalah mencegah eskalasi lebih lanjut,” kata Macron dalam wawancara dengan stasiun radio France Inter. Dia menegaskan, Prancis tidak akan mengirimkan senjata ke Israel.

Sebelumnya, sebanyak 115 anggota parlemen dari kubu oposisi mendesak Macron untuk menghentikan penjualan senjata ke Israel. Seruan ini seperti dilansir Antara, muncul pada Mei 2024 dalam bentuk surat terbuka yang disebarkan melalui platform X oleh anggota parlemen sayap kiri, Mathilde Panot, wakil ketua partai La Franco Insoumise.

“Karena Prancis tidak boleh dan tidak bisa melanggar hukum internasional, kami menyerukan kepada Presiden Republik untuk segera menghentikan penjualan senjata ke Israel,” ujar Panot. Ia menambahkan bahwa Prancis seharusnya mempromosikan perdamaian, bukan terlibat dalam aksi yang disebut sebagai “genosida” di Jalur Gaza.

Bacaan Lainnya

Anggota parlemen tersebut juga menegaskan bahwa bahkan penjualan senjata yang dianggap defensif sekalipun harus dihentikan. Mereka mengutip langkah serupa yang telah diambil negara lain seperti Kanada, Belanda, dan Spanyol. “Sudah waktunya bagi Prancis untuk mengambil sikap dalam momen bersejarah ini,” bunyi surat itu.

Namun, seruan ini memicu kemarahan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Netanyahu menanggapi pernyataan Macron dengan keras, menyebut bahwa Prancis dan negara-negara Barat lainnya justru mendukung embargo senjata terhadap Israel di saat negaranya sedang berperang di Gaza dan Lebanon.

“Ketika Israel menghadapi kekuatan yang dipimpin Iran, semua negara beradab seharusnya berdiri teguh di sisi Israel. Namun, Presiden Macron dan para pemimpin Barat lainnya kini menyerukan embargo senjata terhadap Israel. Ini sungguh memalukan,” tegas Netanyahu dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Sabtu (5/10/2024).

Pos terkait