Inilah Alasan Masyarakat Indonesia Berlomba untuk Bisa Bekerja di Luar Negeri

Tokutei Ginou mengharuskan calon pekerja migran memiliki kemampuan bahasa Jepang setidaknya tingkat N4 dari Japanese Language Proficiency Test (JLPT), atau Japan Foundation Test (JFT) A2. Karena diperuntukkan bagi mereka yang memiliki pengalaman kerja, calon peserta Tokutei Ginou harus melewati ujian keterampilan yang disebut Specified Skilled Worker (SSW) di beberapa jurusan tertentu.

Untuk program Ausbildung, calon pekerja harus mengantongi sertifikat bahasa Jerman minimal tingkat B1 atau B2 dari lembaga, misalnya Goethe-Institut.

Tokutei Ginou dan Ausbildung berbeda dari program magang umum, dengan durasi lebih panjang dan jenjang karir yang lebih jelas. Tokutei Ginou sendiri memberikan durasi kontrak kerja selama 5 tahun, lalu dilanjutkan dengan Tokutei Ginou 2 tanpa batasan tahun kerja. Ketika pegawai ada di tahap ini, mereka diperkenankan membawa keluarga tinggal di Jepang dengan memenuhi syarat yang berlaku.

Bacaan Lainnya

Ausbildung sendiri memberikan program intensif selama 3 tahun dan memberikan sertifikat keahlian pada peserta. Banyak alumni Ausbildung yang akhirnya diterima kerja di perusahaan di Jerman karena dianggap sudah memiliki keterampilan yang mumpuni dan kemampuan bahasa Jerman yang terampil.

Tentunya banyak masyarakat Indonesia yang tergiur dengan berbagai benefits yang ditawarkan dengan bekerja di luar negeri. Salah satu alternatif yang cukup banyak digemari oleh para calon pekerja adalah dengan bergabung pada program bimbingan persiapan kerja. Cara ini dapat membantu calon pekerja untuk belajar dan berlatih dengan kurikulum terstruktur dan komprehensif, dibimbing langsung oleh tutor atau guru yang tidak jarang juga merupakan alumni program kerja di luar negeri.♦

Pos terkait