Pramono dan keluarga juga diajak menengok kamar-kamar bersejarah di Ndalem Pojok, seperti kamar di mana nama Koesno diubah menjadi Sukarno, kamar Sukarno ketika muda, hingga kamar Sukarno setelah menjadi presiden dan pulang ke Ndalem Pojok. Setelah beranjangsana, Pramono dan keluarganya dipersilakan duduk di ruang dalam bersama keluarga Ndalem Pojok.
Dalam perbincangan di ruang keluarga tersebut, Pramono Anung mengaku, ketika dalam perjalanan dari Jakarta ke Kediri, dia sempat berkomunikasi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri terkait rencana kunjungannya ke Ndalem Pojok.
“Tadi baru saja saya telepon dengan Ibu Mega. Kami sampaikan kalau kami mau silaturahmi ke Ndalem Pojok. Ibu Mega berpesan, kalau ke Kediri mampir Pojok, Wates,” kata Pramono.

Keluarga Ndalem Pojok pun menyambut baik kunjungan Pramono.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan silaturahmi Pak Pram bersama keluarga besarnya. Bersama Mas Bup (Bupati Kediri) dan Mbak Renny. Semoga silaturahmi di dalam bulan suci Ramadhan ini mendapat ridha Allah Swt.,” kata Kushartono, Ketua Harian Situs Ndalem Pojok.
Setelah acara silaturahmi dan ramah tamah, keluarga Pramono Anung bersama berziarah ke makam leluhur Ndalem Pojok, yang lokasinya tak jauh dari situs.◼︎





