Imbas Banjir, 27.669 Pemilih di Kabupaten Demak Ikuti Pemilu Susulan, Tersebar di 10 Desa dan 114 TPS

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Demak, Siti Ulfaati, mengatakan, pihaknya memutuskan menunda pemungutan suara Pemilu 2024 di 10 desa yang masih terendam banjir. Mulanya hanya sembilan desa yang ditunda. Tapi karena dampak banjir semakin luas, maka jumlahnya bertambah menjadi 10 desa yang berada di Kecamatan Karanganyar.

Desa tersebut antara lain Wonoketingal, Cangkringrembang, Cangkring, Undaan Kidul, Undaan Lor, Ngemplak Wetan, Wonorejo, Karanganyar, Ketanjung, dan Tuwang. Dari 10 desa itu, ada 114 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan jumlah pemilih 26.000 lebih. Sejumlah lokasi yang sedianya menjadi lokasi TPS di Kecamatan Karangannyar masih terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Mulai 40 sentimeter sampai satu meter.

Sebanyak 10 desa terendam banjir di Kecamatan Karanganyar, Demak, Jawa Tengah. Hal ini membuat sebanyak 27.996 pemilih menunda mengikuti pemungutan suara atau pencoblosan yang sedianya digelar hari ini, Rabu (14/2). Penundaan tersebut lantaran titik koordinat TPS terendam banjir dan tempat pengungsian yang tidak dapat diidentifikasi karena tersebar di berbagai titik.

Bacaan Lainnya

“(Pemungutan Suara Susulan) 114 TPS di 10 desa Kecamatan Karanganyar,” kata Ketua KPU Demak Siti Ulfaati dikutip dari detikJateng Selasa (13/2/2024).

Siti mengatakan sampai dengan Selasa malam, 10 desa tersebut masih terendam banjir. Bahkan ketinggian air di Dukuh Norowito, Desa Ketanjung mencapai sekitar 3 meter. “Rata-rata KPPS dan pemilih menjadi korban dan mengungsi. Sedangkan lokasi pengungsian tersebar di banyak titik sehingga tidak memungkinkan dilakukan relokasi,” ujarnya.

Selain itu, ia menerangkan pemindahan TPS di tempat pengungsian tidak mungkin diadakan. Sebab, data pemilih tersebar di sejumlah titik pengungsian. “Membuat TPS di lokasi pengungsian juga tidak bisa kami lakukan, karena terkait pendataan yang masih belum clear,” lanjutnya.

Kesepuluh desa tersebut meliputi Wonoketingal, Cangkringrembang, Cangkringk, Undaan Kidul, Undaan Lor, Ngemplik Wetan, Wonorejo, Karanganyar, Ketanjung, dan Jatirejo.

“Jadi yang pertama yang kami lakukan pendataan itu ada 26 ribu sekian, padahal kalau kita lihat di Ngaluran itu hanya 1.700 orang, yang ada di Kudus itu ada 2.000 sekian, di Kedungwaru Lor itu ada 4.700 sekian, kalau kita hitung itu kan belum ada di angka 10 ribu. Belum yang ada di trotoar, jadi kita belum bisa mengidentifikasi, karena ketika ada pembuatan TPS di tempat relokasi ya atau TPS pengungsian, kami itu harus jelas datanya dulu,” imbuh dia.

Pos terkait