Ijtihad adalah Perintah Tuhan dan Nabi untuk Semua Orang, Keliru pun Tidak Berdosa

Ilustrasi.

Menurut Buya Kamba, kita tidak perlu resah. Fikih bukan merepresentasikan hukum agama secara keseluruhan. Ia adalah hasil ijtihad menggunakan qiyas, analogi, yakni mempraanggapkan sesuatu sama dengan hukum yang ditetapkan Al-Qur’an. Bukan hukum Al-Qur’an itu sendiri.

Fikih juga merupakan proses berpikir. Wajar jika Tu­han mendorong manusia agar memiliki keterampilan berpikir. Sebab, Tuhan menjadikan hidup dalam keti­dakpastian. Manusia butuh keterampilan untuk meng­antisipasi berbagai kemungkinan dalam hidupnya.

Bacaan Lainnya

Cara menghadapi masalah bagi orang-orang yang sudah ter­biasa berpikir kreatif akan berbeda dengan orang-orang yang tidak demikian. Al-Qur’an menegaskan:”… adakah sama orang yang mengerti dengan yang tidak?” (QS. Al-Zumar: 9).■

Pos terkait