ICC Rilis Surat Perintah Penangkapan, Amnesty Internasional Nyatakan Netanyahu Buronan Internasional  

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan membatalkan rencananya membalas Iran, Kamis (18/4/2024). FOTO: REUTERS

“Ini bukan keputusan politik. Ini adalah keputusan pengadilan, pengadilan keadilan, pengadilan keadilan internasional. Dan keputusan pengadilan harus dihormati dan dilaksanakan,” katanya, saat berkunjung ke Yordania.

Amnesty International Sebut Netanyahu Buronan

Amnesty International menyatakan Netanyahu resmi menjadi buronan, menyusul terbitnya surat penangkapan dari ICC. 

“Perdana Menteri Netanyahu sekarang resmi menjadi buronan,” kata Sekretaris Jenderal Amnesty Agnes Callamard dalam sebuah pernyataan.

Bacaan Lainnya

Lembaga ini mendesak seluruh negara anggota ICC hingga sekutu Israel menunjukkan rasa hormat terhadap putusan tersebut.

“Kami mendesak semua negara anggota ICC, dan negara-negara non-pihak termasuk Amerika Serikat dan sekutu Israel lainnya, untuk menunjukkan rasa hormat mereka terhadap keputusan pengadilan… dengan menangkap dan menyerahkan mereka yang dicari oleh ICC,” tambah Callamard.

AS Menolak

Merespons terbitnya surat ini, Amerika Serikat menegaskan menolak secara fundamental keputusan ICC. Alasannya, Gedung Putih menilai ICC tak memiliki yurisdiksi atas konflik tersebut.

“Kami tetap sangat prihatin dengan tindakan terburu-buru Jaksa Penuntut untuk meminta surat perintah penangkapan dan kesalahan proses yang meresahkan yang menyebabkan keputusan ini. Amerika Serikat telah menjelaskan bahwa ICC tidak memiliki yurisdiksi atas masalah ini,” demikian rilis resmi dari Gedung Putih, sebagaimana dilansir AFP.

Mike Waltz, penasihat keamanan nasional yang baru di bawah pemerintahan Presiden terpilih AS, Donald Trump, juga membela Israel. Dia  menjanjikan “tanggapan yang kuat terhadap bias antisemit ICC dan PBB pada bulan Januari.”

“ICC tidak memiliki kredibilitas dan tuduhan ini telah dibantah oleh pemerintah AS,” kata Waltz di akun media sosial X.***

Pos terkait