Saat penyembelihan, sapi perlu direbahkan dengan teknik lembut. Ia menyebut metode Burley dan lilitan tali dapat membantu sapi rebah perlahan, bukan jatuh terbanting karena kakinya ditarik secara kasar.
Pisau yang digunakan juga harus sangat tajam. Menurut Dr Nus, pemotongan ideal dilakukan cepat dan tepat pada tiga bagian, yakni saluran darah, saluran napas, dan saluran cerna, agar rasa sakit hewan dapat diminimalkan.
Setelah penyembelihan, daging dan organ dalam perlu dipisahkan. Organ hijau, terutama saluran pencernaan, memiliki risiko kontaminasi lebih tinggi sehingga harus dikelola hati-hati dan tidak dicampur dengan daging bersih.
Limbah seperti darah dan isi perut juga tidak boleh dibuang sembarangan. Pengelolaan yang bersih akan membantu mencegah penyebaran penyakit dan menghasilkan daging sesuai prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.***





