Hasil TKA SD/MI: Partisipasi 98 Persen, Ditemukan 69 Pelanggaran

Hasil TKA SD/MI
Kemendikdasmen mengumumkan hasil TKA SD/MI yang telah dilaksanakan 20-30 April 2026. Foto:Humas Kemendikdasmen
Pelaksanaan TKA jenjang SD dan MI resmi berakhir dengan catatan partisipasi yang impresif. Berlangsung dalam empat gelombang sejak 20 hingga 30 April 2026, ajang evaluasi nasional ini mencatatkan tingkat kehadiran peserta mencapai 98,51 persen.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menegaskan bahwa TKA bukan sekadar rutinitas ujian akhir. Secara intelektual, hasil ini dirancang untuk menjadi “kompas” bagi guru dan orang tua dalam menentukan arah pendidikan yang lebih personal.

“Hasil TKA dapat dimanfaatkan orang tua untuk memahami kemampuan anak secara objektif. Bagi guru, ini adalah data primer untuk menyusun strategi pembelajaran terdiferensiasi yang lebih efektif,” ujar Toni dalam keterangan tertulis, Ahad (3/5/2026).

Rencananya, hasil TKA akan diumumkan serentak pada 26 Mei mendatang melalui satuan pendidikan. Data tersebut nantinya akan terintegrasi dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di daerah masing-masing secara host-to-host.

Bacaan Lainnya

Meski berjalan lancar secara umum, Kemendikdasmen mencatatkan 69 pelanggaran selama pelaksanaan ujian. Kasus yang ditemukan cukup beragam, mulai dari pelanggaran teknis hingga penyebaran konten soal di media sosial oleh oknum petugas.

Merespons hal ini, pemerintah mengambil langkah tegas dengan menerapkan sistem flagging. “Pengawas, penyelia, maupun proktor yang terbukti melanggar akan ditandai dalam sistem dan tidak direkomendasikan kembali pada penyelenggaraan TKA berikutnya,” tegas Toni.

Selain sanksi administratif, pihak-pihak yang terlibat juga diwajibkan menghapus konten yang melanggar di ruang digital. Langkah ini diambil demi menjaga “kesucian” data dan integritas hasil ujian yang akan menjadi fondasi kebijakan pendidikan bermutu.

Pelaksanaan TKA tahun ini juga menguji ketangguhan infrastruktur di daerah. Kendala eksternal seperti pemadaman listrik hingga gangguan bencana alam sempat membayangi di beberapa wilayah. Namun, kesigapan operator sekolah dan penyediaan ujian susulan memastikan hak 98 persen siswa tetap terpenuhi.

Hasil TKA SD/MI 2026 mengirimkan pesan bahwa kualitas pendidikan tidak lagi diukur dari kelulusan semata, melainkan dari kejujuran data dan kemampuan adaptasi ekosistemnya menghadapi tantangan zaman.***

Pos terkait