“Makanya teman-teman harus bisa menciptakan inovasi dan menciptakan digitalisasi. Berarti teman-teman, setiap tiga bulanan saya akan melakukan refleksi seperti ini, apa yang sudah dilakukan, apa yang berhasil dan apa yang tidak,” lanjut dia.
Yang ketiga, Wali Kota Eri mengingatkan bahwa setiap pemerintahan berdiri untuk mengurangi kemiskinan dan stunting. Karena itu, setiap pemimpin, seperti lurah, harus tahu berapa jumlah rumah dan Kartu Keluarga (KK) di masing-masing wilayah.
Pun demikian setiap lurah diharapkannya juga harus tahu berapa rumah yang tidak memiliki PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) maupun IMB. Dengan begitu, data dasar ini bisa diketahui sehingga pengentasan kemiskinan bisa dilakukan secara efektif.
“Refleksi tahun 2023 ini, kita harus mengubah tahun 2024. Dengan apa, dengan (aplikasi) Cek-in warga, dalam satu kampung ada berapa rumah, di satu rumah itu ada berapa KK, dan fungsi rumah itu apakah dibuat rumah tinggal, apakah kos-kosan,” katanya.
Selain terkait data dasar warga, pada tahun 2024, Wali Kota Eri berharap seluruh aset pemkot yang idle atau nganggur, bisa segera dimanfaatkan. Jangan sampai ada aset milik pemkot yang justru mangkrak atau tidak dimanfaatkan. “Jadi jangan sampai ada aset pemkot yang tidak digunakan dan tidak dimanfaatkan. Ini yang harus diubah,” harapnya.
Terkait dengan pelayanan publik, ia menginginkan pada tahun 2024 harus selesai dalam satu hari. Misalnya mengenai pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) akta kelahiran, akta kematian, KK dan KTP Digital atau IKD (Identitas Kependudukan Digital). “Tidak ada pelayanan adminduk yang lebih dari satu hari, mau itu KTP (digital), KK atau akta kematian, satu hari harus keluar,” tegasnya.
Sementara yang terakhir, Wali Kota Eri meminta seluruh jajarannya di tahun 2024 agar mengubah cara kerja dengan pola lebih nyaman dan cerdas. Melalui digitalisasi, maka akan membuat sebuah pekerjaan itu berjalan lebih efektif dan efisien.
“Cobalah kerja cerdas, tidak perlu di kantor silahkan, tapi dengan digitalisasi akan kelihatan semua. Seorang pemimpin adalah manajer, seorang manajer tidak harus di kantor, tapi bagaimana pekerjaan itu selesai, terkontrol dan memberikan contoh dengan anak buah,” pungkasnya.*





