Gus Yahya Tegaskan Tak Akan Mundur, Sebut Rapat Syuriyah PBNU Tak Punya Wewenang

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf memberikan keterangan kepada wartawan di Surabaya, Ahad (23/11/2025). - Samudrafakta/Kontributor
Gus Yahya menolak mundur dan menegaskan Rapat Harian Syuriyah PBNU tak berwenang memberhentikannya.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, memastikan tidak akan mundur dari jabatannya meski ada desakan dari jajaran Syuriyah PBNU. Ia menyebut Rapat Harian Syuriyah tidak memiliki legitimasi memberhentikannya.

“Saya sama sekali tidak terbesit pikiran untuk mundur,” kata Gus Yahya usai Rapat Koordinasi Ketua PWNU se-Indonesia di Hotel Navator, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (23/11/2025) dini hari.

Gus Yahya menegaskan dirinya terpilih secara sah dalam Muktamar Ke-34 NU di Bandar Lampung pada 2021 dengan suara mayoritas. Ia berkomitmen menuntaskan masa khidmat selama lima tahun hingga 2026. “Pada Muktamar ke-34 yang lalu saya mendapatkan mandat lima tahun. Karena akan saya jalani selama lima tahun. Insyaallah saya sanggup,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, Rapat Harian Syuriyah tidak memiliki kewenangan memecat ketua umum PBNU berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). “Rapat harian syuriyah menurut konstitusi AD ART tidak berwenang untuk memberhentikan ketua umum,” tegasnya.

Gus Yahya menekankan, rapat tersebut bahkan tidak berwenang memberhentikan jabatan fungsionaris lain. “Memberhentikan salah seorang wakil sekjen saja tidak bisa. Memberhentikan ketua lembaga tidak bisa, apalagi ketua umum,” katanya menegaskan.

Ia menyatakan keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025 yang meminta dirinya mundur tidak sah. “Kalau kemudian rapat harian syuriyah ini membuat satu implikasi untuk memberhentikan ketua umum maka itu tidak sah,” ujarnya.

Desakan agar Gus Ipul Juga Mundur

Sementara itu, A’wan PBNU KH Abdul Muhaimin menyayangkan risalah rapat Syuriyah yang beredar ke publik. Menurutnya, dokumen internal itu seharusnya tidak disebarluaskan. “Masak pembicaraan internal disebar seenaknya. Sekarang beredar di semua WA,” kata Kiai Muhaimin, Sabtu (22/11/2025).

Ia menilai peredaran risalah tersebut sebagai bentuk manuver politik terhadap Gus Yahya. “Itu kok kayak mereka yang punya kepentingan sedang mengonsolidasikan pendukungnya. Mbok manuver kayak gitu dihentikan,” ujarnya.

Pos terkait