Gus Ipul Menjadi Beban PBNU karena “Nasibnya di Tangan Jokowi”?

Ilustrasi SF

“Nasib di Tangan Jokowi”?

Sementara Gus Ipul, bisa jadi dia bakal terus diuber-uber oleh KPK atas kasus dugaan korupsi Kabupaten Tulungagung. Karenanya, menurut penulis, ibarat orang yang hanyut, dia butuh pegangan yang kuat untuk menyelamatkan diri, yaitu kekuasaan.

Bacaan Lainnya

Kekuasaan hari ini berada di tangan Jokowi dan Prabowo. Sejak awal kampanye, Gus Ipul telah menyatakan dukungannya kepada paslon Prabowo-Gibran, karena Jokowi ada di belakang mereka. Dalam konteks ini, pujian Gus Ipul kepada Surya Paloh adalah “bumbu pemanis” dukungannya pada kekuasaan.

Pertanyaannya kemudian adalah: jika kekuasaan Jokowi mampu “melemahkan” MK sehingga Gibran lolos menjadi Cawapres, apakah kekuasaan yang sama mampu “menyelamatkan” Gus Ipul dari kasus dugaan korupsi BKKBI? Menurut penulis, inilah alasan penting mengapa Gus Ipul ngotot memenangkan Prabowo-Gibran.

Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila amanah telah disia-siakan, maka tunggulah waktu kehancuran.” Sahabat bertanya: “Bagaimana bentuk menyia-nyiakan amanah?” Rasulullah menjawab: “Apabila sebuah urusan diberikan pada bukan ahlinya, maka tunggulah waktu kehancuran.” (HR. Bukhari).

Jika KPK dan pengadilan menyia-nyiakan amanah, maka tunggulah kehancuran negara ini. Jika politisi yang diduga menerima aliran dana dari kasus korupsi seperti Gus Ipul masih diberi wewenang memimpin di lingkungan pemerintahan, tunggulah kehancuran bangsa dan rakyat ini.

Kontekstualisasi hadits Rasulullah Saw. di atas sudah terbukti. Karena uang pembangunan Kabupaten Tulungagung dikorupsi, maka negara dan rakyat merugi.

Dalam pandangan penulis, tokoh politisi seperti Gus Ipul tak hanya mencoreng nama baik PBNU sebagai ormas keagamaan, tetapi juga merugikan bangsa dan negara. Tidak hanya itu, sebagai orang yang pernah menjadi kader PKB, Gus Ipul selayaknya bersikap tidak memusuhi partai yang pernah membesarkan dan berjasa padanya.◼︎ IMAM NAWAWI

* | Penulis adalah Alumni Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Penerjemah

Pos terkait