Eri juga memastikan bahwa petugas ketertiban TPS ini akan tetap didampingi oleh petugas Satpol PP di lapangan. Namun, nantinya yang lebih banyak bergerak adalah petugas ketertiban TPS.
“Saya tambah bahagia karena yang menjaga TPS itu adalah orang-orang Surabaya sendiri karena saya sadar betul bahwa yang bisa menjaga Kota Surabaya adalah warganya sendiri, makanya saya titipkan Surabaya kepada mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Surabaya M. Fikser menjelaskan petugas ketertiban yang akan diberi pembinaan itu sebanyak 16.334 petugas dengan jumlah TPS kurang lebih 8 ribu lebih TPS se-Kota Surabaya.
“Dalam sehari, akan ada dua sesi, yaitu dari pagi sampai sebelum duhur yang jumlahnya sekitar 2 ribuan, lalu dilanjutkan sesi kedua mulai pukul 13.00-16.00 WIB,” kata Fikser.
Adapun narasumber yang akan mengisi pembinaan itu berasal dari Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, KPU dan juga Bawaslu. Mereka akan mendapatkan pembinaan terkait dengan pelaksanaan tugasnya di lapangan supaya bisa melaksanakan tugas dan amanahnya dengan baik dan benar.
“Kami juga nitip, selama pelaksanaan tugasnya nanti kita harus melaksanakan tugas sesuai dengan SK yang berlaku selama 1 bulan. Kita juga harus bersama-sama menjaga kesehatan kita,” imbuhnya.
Di samping itu, Fikser juga menambahkan bahwa mereka semua tidak hanya sekadar menjalankan tugas semata, namun mereka ini sedang menjalankan amanah besar. Karenanya, ia berharap mudah-mudahan pembinaan yang diberikan itu bisa memberikan wacana baru, ilmu dan pengalaman baru tentang bagaimana tugas dan fungsi petugas ketertiban TPS di lapangan.
“Mudah-mudahan kita diberikan kekuatan untuk melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
FOTO: Walikota Surabaya Eri Cahyadi dalam acara Pembinaan Petugas Ketertiban TPS, Jumat (2/2/2024). (SF | Agus)





