Gajah Resmi Masuk Panggung Politik, Bikin Prabowo ‘Meleleh’ di Depan PSI 

ILUSTRASI dibikin dengan AI | Samudrafakta
Mari kita mulai dari dua hal yang tampaknya tak berhubungan: seekor gajah dan seorang Prabowo. Tapi, tunggu dulu. Dalam politik, hal-hal yang kelihatannya “enggak nyambung” seringkali justru punya benang merah yang tebal.

__Opini

Dan dalam kasus ini, gajah bukan sekadar hewan besar berbelalai panjang. Ia kini resmi menjadi makhluk paling politis di Indonesia.

Ceritanya begini. Presiden Prabowo Subianto berdiri gagah di atas panggung Kongres PSI (Partai Solidaritas Indonesia) pada Ahad (20/7), lalu melempar cerita soal hutan, WWF, Raja Charles, dan… ya, gajah. Lengkap. Dramatis. Mengandung plot twist.

Dulu, katanya, dia punya konsesi hutan tanaman industri (HTI) seluas 98.000 hektare di Aceh. Kemudian datang utusan WWF, minta 10.000 hektare buat perlindungan gajah. 

Bacaan Lainnya

Prabowo menolak. “Saya kasih 20.000,” katanya. Si utusan kaget. Raja Charles sampai nulis surat. 

Dan akhirnya, Prabowo malah kasih 90.000 hektare. Luar biasa. Kalau ini sinetron, judulnya bisa jadi: “Dari Penolakan Jadi Pengorbanan: Demi Gajah Tercinta.”

Lalu, tiba-tiba Prabowo menyambungkan semuanya ke logo PSI. “Kalian pilih gajah sebagai lambang partai. Pintar juga. Jadi sekarang saya lemah sama PSI,” katanya sambil senyum-senyum.

Nah, di sinilah kita mulai bertanya-tanya: apakah ini semua cuma kebetulan?

PSI dan Gajah: Bukan Sekadar Lucu-Lucuan

PSI mengganti logonya menjadi kepala gajah—dari logo tangan memegang bunga mawar. Menurut juru bicara mereka, gajah adalah simbol kekuatan besar yang lembut, punya ingatan panjang, dan selalu setia pada kawanan. 

Cocok, katanya, buat partai yang ingin tampil beda di tengah hutan belantara politik Indonesia yang penuh predator.

Nah, secara kebetulan (atau barangkali memang sudah diatur), ketika PSI hendak merilis logi baru itu, tiba-tiba Prabowo juga muncul dengan kebijakan konservasi terbesar sepanjang karier politiknya: 90.000 hektare untuk habitat gajah Sumatera. 

Dan ia menyampaikannya di acara PSI. Kebetulan? Mungkin.  

Prabowo: Dari Tentara Jadi Pecinta Gajah

Dulu, nama Prabowo lebih sering dikaitkan dengan militer, nasionalisme, dan urusan-urusan yang keras-keras. Tapi sekarang, sepertinya dia berubah jadi ‘bapak asuh gajah’. Dari konsesi bisnis jadi kawasan perlindungan. Dari HTI ke WWF. 

Pos terkait